26 September 2026

DETIK PAPUA

Berita Papua Terkini

Yosias Saroy Terpilih Ketua KONI Papua Barat: “Kita Harus Rangkul Semua, KONI Adalah Rumah Besar Kita”

MANOKWARI, detikpapua.com — Setelah melalui rangkaian proses musyawarah yang cukup alot dan diwarnai sejumlah protes, Yosias Saroy akhirnya terpilih sebagai Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Barat periode 2026-2030.

Yosias Saroy ditetapkan sebagai ketua umum terpilih dalam Musyawarah Olahraga Provinsi Luar Biasa (Musorprovlub) KONI Papua Barat yang berlangsung di Swiss-Belhotel Manokwari, Kamis (17/9/2026) malam.

Dalam proses pemungutan suara, Yosias Saroy memperoleh 26 suara dari total 45 suara yang memiliki hak pilih.

Sementara itu, sebanyak 19 suara tidak tersalurkan. Berdasarkan proses yang berlangsung dalam persidangan, pemilik hak suara yang belum mengambil surat suara telah dipanggil sebanyak tiga kali, namun tidak mengambil surat suara hingga proses pemungutan suara ditutup.

Pemungutan suara dipimpin tiga dari lima unsur Pimpinan Sidang Tetap Musorprovlub KONI Papua Barat. Ketiganya yakni Levianus Wanggai selaku Ketua, Maklon Dowansiba sebagai Wakil Ketua, dan Arianta Damanik sebagai Sekretaris.

Sedangkan dua Wakil Ketua Pimpinan Sidang Tetap lainnya, yakni Bons Rumbruren dan Godlief Baransano, memutuskan turun dari pimpinan sidang.

Setelah proses pemungutan dan penghitungan suara selesai, Pimpinan Sidang Tetap menetapkan hasil perolehan suara sekaligus menetapkan Yosias Saroy sebagai Ketua Umum KONI Papua Barat terpilih periode 2026-2030.

Usai ditetapkan sebagai Ketua Umum KONI Papua Barat terpilih, Yosias Saroy menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, baik secara moril, materiil, maupun melalui doa.

Yosias menegaskan, terpilihnya dirinya bukan karena merasa lebih hebat atau lebih kuat dibandingkan pihak lain. Ia menyebut hasil tersebut sebagai bagian dari kebaikan dan kemurahan Tuhan.

“Tuhan itu baik. Akhirnya Tuhan berkenan memilih dan menetapkan saya bersama teman-teman tim, teman-teman yang sabar mendukung, maupun yang tidak mendukung, serta Bapak, Ibu, saudara-saudari sekalian yang telah memberikan dukungan moril, materiil, doa, dan harapan untuk saya,” ujarnya.

Menurut Yosias, proses tersebut telah didahului dengan doa. Ia kemudian mengibaratkan proses yang terjadi dalam Musorprovlub dengan kisah runtuhnya tembok Yerikho dalam Alkitab.

“Hamba Tuhan menyampaikan bahwa kita tinggal menyanyi mengelilingi tembok Yerikho, dan tembok Yerikho akan runtuh. Kita sudah menyaksikan tanda heran itu,” katanya.

Ia menegaskan kemenangan tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk menyombongkan diri.

“Bukan berarti saya hebat, bukan berarti saya kuat. Semua ini hanya karena Tuhan. Hanya kebaikan Tuhan dan kemurahan Tuhan,” tegasnya.

Dalam pidatonya, Yosias juga mengajak seluruh pihak yang terlibat dalam Musorprovlub untuk kembali bersatu dan membangun KONI Papua Barat secara bersama-sama.

Ia mengatakan, pihak-pihak yang sebelumnya berada dalam posisi berbeda dalam proses pemilihan tetap merupakan bagian dari keluarga besar olahraga Papua Barat.

“Kemenangan ini harus menjadi kemenangan yang membangun keluarga besar kita. Teman-teman yang tadi keluar adalah saudara-saudara kita semua. Teman-teman semua harus kita rangkul,” katanya.

Menurut Yosias, KONI harus menjadi rumah besar bagi seluruh insan olahraga di Papua Barat untuk membina, mengembangkan, dan meningkatkan prestasi olahraga.

“KONI ini untuk kita membesarkan, membina, mengembangkan untuk mencapai prestasi yang kita inginkan bersama,” ujarnya.

Ia juga menegaskan dirinya tidak mungkin bekerja sendiri dalam membangun olahraga Papua Barat.

“Tidak mungkin saya berdiri sendiri untuk membesarkan olahraga di tingkat provinsi. Papua Barat ini besar dan luas. Kita membutuhkan kita semua. Kebersamaan, persatuan dan kesatuan kita semua dibutuhkan untuk membangun bidang olahraga ini,” katanya.

Yosias secara khusus menyampaikan kesediaannya untuk merangkul Muhammad Lakotani beserta para pendukungnya untuk bersama-sama berada dalam satu barisan membangun olahraga Papua Barat.

Ia meminta seluruh pihak tidak lagi mempersoalkan hasil pemilihan dan mengarahkan energi pada agenda olahraga yang sudah menanti.

“Saya bersedia untuk merangkul Bapak Muhammad Lakotani beserta teman-teman yang ada untuk kita sama-sama ada di dalam satu perahu besar ini, untuk kita sama-sama membangun olahraga di tingkat Provinsi Papua Barat,” tuturnya.

Menurut dia, masih banyak tantangan yang harus dihadapi KONI Papua Barat. Karena itu, perbedaan yang muncul selama proses musyawarah diharapkan tidak berlanjut menjadi perpecahan.

“Apapun yang terjadi kita pasti menghadapi. Karena hidup di dunia ini pasti tidak ada yang jalan mulus, tetapi pasti ada yang nanti kita harus lewati. Ombak, gelombang, badai, angin, apapun kita harus melewati dan harus kita mampu untuk menyelesaikan itu,” katanya.

Yosias juga mengingatkan bahwa KONI Papua Barat tidak memiliki banyak waktu untuk berlarut-larut dalam dinamika internal organisasi.

Menurutnya, sejumlah agenda olahraga sudah berada di depan mata sehingga konsolidasi dan persiapan harus segera dilakukan.

“Karena waktu sudah mepet, kita akan menghadapi beberapa agenda, termasuk PON dan juga beberapa cabang olahraga yang tidak lama lagi akan ikut serta sebagai peserta,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh potensi olahraga di Papua Barat untuk disatukan dan dikembangkan bersama.

“Mari jangan kita hanya fokus pada satu tempat atau satu posisi, tetapi mari kita sama-sama ada di dalam untuk membangun negeri tercinta Papua Barat ini,” katanya.

Lebih jauh, Yosias meminta kebersamaan antara pengurus, cabang olahraga, dan seluruh elemen olahraga tidak hanya terbangun ketika ada momentum pemilihan atau musyawarah.

Ia berharap komunikasi dan pertemuan dapat terus dilakukan untuk membahas berbagai persoalan dan kebutuhan olahraga di Papua Barat.

“Jangan hanya ketika ada momentum baru kita berkumpul. Tetapi kita harus bersama-sama dengan teman-teman terus. Ada tidak ada, tetap kita ada kumpul untuk berdoa, kumpul untuk kita makan sama-sama, diskusi sama-sama,” katanya.

Menurut Yosias, kebersamaan tersebut penting agar KONI dapat segera menyiapkan diri menghadapi berbagai agenda olahraga sekaligus membesarkan seluruh cabang olahraga yang ada di Papua Barat.

“Jangan sampai momen nanti pemilihan atau musyawarah baru kita kumpul. Kita harus duduk terus, bicara terus. Karena kita harus segera menyiapkan diri untuk menghadapi semua momen yang kita akan hadapi untuk membesarkan semua cabang yang ada di daerah,” pungkasnya.

Di akhir pidatonya, Yosias kembali menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan serta mengajak semua elemen olahraga Papua Barat untuk bersatu membangun prestasi olahraga di provinsi tersebut.

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk menggelar ibadah syukuran dalam waktu dekat sebagai ungkapan syukur atas proses yang telah dilalui dan hasil Musorprovlub KONI Papua Barat.

Loading

Facebook Comments Box