DETIKPAPUA.COM ; WAMENA — Pengelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lanny Jaya meminta pemerintah daerah lebih aktif membina kelompok tani dan peternak lokal. Langkah ini penting agar pasokan bahan pangan untuk dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selalu terpenuhi sekaligus menggerakkan ekonomi warga.
Ketua Yayasan Garuda Bagimu Negeri sekaligus Pengelola MBG Lanny Jaya, Rida Kogoya, menjelaskan bahwa satu dapur MBG membutuhkan bahan pangan dalam jumlah besar, terutama sayur-sayuran yang mencapai satu hingga dua ton per minggu.
“Kami minta pemerintah daerah fokus melihat kelompok tani mana yang bisa bertani secara rutin, supaya pasokan sayur tidak pernah putus,” ujar Rida di Wamena, Selasa (26/9/2026).
Selain sayur, dapur MBG juga membutuhkan pasokan telur, daging ayam, sapi, kambing, hingga hasil kebun khas Papua Pegunungan untuk diolah menjadi menu gizi anak sekolah.
“Menu makanan bisa kita padukan. Misalnya menu modern dipadukan dengan daun keladi atau olahan daging ayam khas lokal,” katanya.
Rida menekankan bahwa pemanfaatan hasil bumi daerah bukan hanya untuk memenuhi gizi anak-anak, tetapi juga menjadi peluang penghasilan bagi masyarakat, khususnya petani dan mama-mama Papua.
“Ini bentuk kerja sama. Kami mengajak mama-mama, petani, dan peternak lokal untuk melapor kepada kami agar hasil panen maupun ternak mereka bisa kami beli untuk kebutuhan MBG,” tambahnya.
Ia berharap dinas terkait segera mendata dan mendampingi para petani serta peternak lokal. Dengan begitu, kebutuhan dapur MBG dapat dipenuhi dari daerah sendiri dan warga mendapat kepastian pasar untuk menjual hasil usahanya. (Red).
![]()

More Stories
Perkuat Sinergi Penanggulangan HIV/AIDS, KPA Papua Pegunungan Gelar Kunjungan Kerja Perdana ke Jayawijaya
Menuju Pelantikan Usai Terima SK, KPA Papua Pegunungan Tegaskan Kerja Kolaborasi Selamatkan Manusia
Pemprov Papua Pegunungan dan Pemda Mamteng Kolaborasi Dorong Komoditas Lokal Lewat Panen Raya