DETIKPAPUA.COM, MAYBRAT – Kelompok Tani Ayamate terus mendorong pengembangan padi ladang di Kampung Kisor Yeek, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat. Sekitar tiga hektare lahan telah dibuka dan dipersiapkan untuk ditanami padi sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan masyarakat.
Aktivitas kelompok tani tersebut mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Maybrat. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Maybrat, Alex Nelson Iek, bersama sejumlah staf turun langsung melakukan pemantauan lokasi, Kamis (3/9/2026).
Ketua Kelompok Tani Ayamate, Yoram Iek, mengatakan pembukaan lahan dilakukan secara bertahap dengan mengandalkan semangat dan kerja keras anggota kelompok. Sejak pekerjaan dimulai, kelompok terus berkoordinasi dengan Distanbun Maybrat agar perkembangan pekerjaan dapat dipantau secara langsung.
Menurut Yoram, kondisi lahan saat pertama kali ditinjau masih dipenuhi pepohonan dan belum dapat digunakan untuk penanaman. Kelompok kemudian melakukan pembabatan dan pembersihan hingga lahan mulai terbuka seperti saat ini.
“Saya tindak lanjuti pekerjaan itu sampai hari ini dan akhirnya Dinas bisa turun melihat langsung di tempat ini. Kami selalu berkoordinasi dan meminta Dinas turun ke lapangan supaya sama-sama melihat pekerjaan serta kekurangan yang kami hadapi,” ujar Yoram.
Ia mengaku proses pembukaan lahan membutuhkan tenaga dan biaya yang tidak sedikit. Selain kebutuhan konsumsi anggota selama bekerja, kelompok juga membutuhkan bahan bakar minyak (BBM) untuk mendukung proses pembersihan lahan.
“Saya sebagai ketua kelompok tani cukup berat menghadapi kebutuhan di lapangan. Anggota yang bekerja juga membutuhkan makan dan minum setiap hari. BBM yang sudah kami gunakan lebih dari 120 liter, sementara masih banyak kayu yang harus dibersihkan,” katanya.
Meski menghadapi berbagai keterbatasan, Yoram menegaskan anggota Kelompok Tani Ayamate tetap memiliki semangat tinggi untuk menyelesaikan pekerjaan hingga memasuki tahapan penanaman.
Menurut dia, sejumlah anggota bahkan memilih tinggal di sekitar lokasi selama proses pembukaan lahan berlangsung.
“Kami tetap semangat bekerja. Setelah pembersihan selesai, kami ingin membuat pondok supaya bisa tetap tinggal di sini mulai dari penanaman, perawatan sampai panen,” ungkapnya.
Selain BBM dan pembersihan lanjutan, kelompok berharap pemerintah membantu penanganan akses jalan menuju lokasi serta kebutuhan air apabila kondisi cuaca panas berlanjut saat memasuki masa tanam.
Sementara itu, Kepala Distanbun Kabupaten Maybrat, Alex Nelson Iek, memberikan apresiasi terhadap semangat Kelompok Tani Ayamate yang telah membuka lahan dan mempersiapkannya untuk pengembangan padi ladang.
Alex mengatakan kunjungan lapangan dilakukan untuk memastikan pekerjaan kelompok benar-benar berjalan sekaligus mengidentifikasi sejumlah kebutuhan yang masih harus difasilitasi pemerintah.
“Hari ini kami turun untuk memastikan kegiatan sudah berjalan. Masih ada beberapa kekurangan yang perlu kami fasilitasi, terutama pembersihan sisa-sisa kayu agar lahan benar-benar siap untuk ditanami,” kata Alex.
Setelah proses pembersihan selesai, Distanbun akan melakukan pendampingan untuk memastikan kesiapan lahan sebelum menentukan jadwal penanaman.
Alex menilai inisiatif Kelompok Tani Ayamate patut diapresiasi karena sebagian besar pekerjaan awal dilakukan atas komitmen kelompok, meski dukungan anggaran pemerintah untuk pengembangan padi pada tahun berjalan masih terbatas.
“Ini sangat luar biasa. Dalam tahun anggaran ini kami memang belum banyak memberikan bantuan untuk pengembangan padi di Kampung Kisor. Namun, kelompok ini menunjukkan komitmen untuk mencoba mengembangkan padi ladang,” ujarnya.
Menurut Alex, staf maupun kepala bidang terkait akan kembali turun melakukan pendampingan hingga proses pembersihan benar-benar tuntas dan lahan dinyatakan siap tanam.
Distanbun juga berencana berkoordinasi dengan Bupati Maybrat, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk menentukan waktu pelaksanaan penanaman bersama.
“Kami akan berkoordinasi dengan Bapak Bupati, Wakil Bupati, Sekda dan Forkopimda untuk menyiapkan waktu agar dapat hadir bersama di lokasi melakukan penanaman,” jelas Alex.
Ia menyebut pengembangan padi menjadi salah satu bagian penting dari upaya pemerintah mendorong ketahanan pangan, selain pengembangan komoditas lokal seperti uwi, wanan dan kacang-kacangan.
Pemerintah daerah, lanjut Alex, perlu menerjemahkan kebijakan ketahanan pangan hingga menyentuh langsung masyarakat dan kelompok tani di Kabupaten Maybrat.
Melihat respons dan semangat petani, Distanbun Maybrat berencana memasukkan Kelompok Tani Ayamate sebagai salah satu kelompok binaan. Langkah tersebut diharapkan membuka peluang pendampingan dan dukungan pemerintah secara berkelanjutan, termasuk melalui kebijakan penganggaran pada tahun-tahun berikutnya.
“Respons masyarakat sangat luar biasa dalam menerima kegiatan pengembangan padi. Kelompok ini akan kami masukkan sebagai kelompok tani binaan Dinas sehingga ke depan mendapat perhatian dan dukungan secara berkelanjutan,” tutur Alex.
Alex menilai Kabupaten Maybrat memiliki potensi besar untuk mengembangkan padi ladang. Pemerintah berharap pengembangan tidak hanya berlangsung di satu wilayah, tetapi secara bertahap dapat tumbuh di berbagai zona dan distrik.
Menurutnya, keberhasilan kelompok tani pada lokasi percontohan dapat menjadi motivasi bagi masyarakat di kampung dan distrik lain untuk mengembangkan komoditas serupa.
“Pengembangan padi ladang di Kabupaten Maybrat sangat potensial. Kita berharap setiap zona atau wilayah nantinya memiliki petani-petani padi ladang,” katanya.
Alex menjelaskan lokasi yang kini dikelola Kelompok Tani Ayamate bukan sepenuhnya lahan baru. Areal tersebut sebelumnya pernah digunakan untuk kegiatan pertanian ketika wilayah Maybrat masih menjadi bagian dari Kabupaten Sorong Selatan.
Pengembangan pertanian di wilayah Kisor sekitar 2009–2010, menurut informasi yang diperoleh Dinas, sempat menunjukkan hasil yang baik. Namun, aktivitas pertanian kemudian tidak berlanjut sehingga lahan kembali ditumbuhi vegetasi.
Kini pemerintah bersama Kelompok Tani Ayamate berupaya mengaktifkan kembali kawasan tersebut untuk pengembangan padi ladang.
“Lahan yang sudah dibersihkan kurang lebih tiga hektare lebih. Ini merupakan lahan yang dahulu pernah dikembangkan Dinas Pertanian dan Perkebunan saat masih berada di Sorong Selatan. Sekarang kita coba aktifkan kembali untuk mendukung pengembangan padi ladang di Kabupaten Maybrat,” jelas Alex.
Pemilihan Kelompok Tani Ayamate juga mempertimbangkan kesiapan lahan dan komitmen anggota kelompok. Pemerintah ingin tiga hektare pertama tersebut menjadi tahap awal untuk mengukur keberhasilan pengembangan padi ladang.
Apabila hasilnya baik, pengembangan dapat diperluas ke lahan lain yang masih tersedia.
“Kita coba tiga hektare terlebih dahulu. Kalau berhasil, tahun-tahun berikutnya akan menjadi pertimbangan untuk dikembangkan lebih lanjut pada lahan-lahan yang masih tersedia,” ujarnya.
Alex memastikan Distanbun Maybrat tetap memberikan pendampingan terhadap pekerjaan yang belum selesai, termasuk pembersihan lanjutan dan persiapan teknis menuju masa tanam. Kebutuhan yang telah disampaikan Ketua Kelompok Tani Ayamate juga akan dibahas lebih lanjut bersama jajaran Dinas.
“Dinas tetap akan mendukung beberapa pekerjaan yang belum selesai, termasuk pembersihan lanjutan. Ketua kelompok juga akan bertemu dengan kami di kantor untuk membicarakan kebutuhan teknis dan menentukan waktu penanaman,” katanya.
Alex berharap kolaborasi pemerintah dan kelompok tani dapat menjadikan pengembangan padi ladang di Kisor Yeek sebagai contoh bagi masyarakat di wilayah lain di Kabupaten Maybrat.
“Kita ingin sama-sama membuktikan kepada pemerintah daerah dan negara jika masyarakat Kabupaten Maybrat mampu mengembangkan padi ladang dengan baik dan berhasil. Komitmen ini membutuhkan kerja sama antara Dinas dan kelompok tani,” pungkasnya.
Pewarta: Charles Fatie
![]()

More Stories
Perkuat Sinergi Penanggulangan HIV/AIDS, KPA Papua Pegunungan Gelar Kunjungan Kerja Perdana ke Jayawijaya
Menuju Pelantikan Usai Terima SK, KPA Papua Pegunungan Tegaskan Kerja Kolaborasi Selamatkan Manusia
Pemprov Papua Pegunungan dan Pemda Mamteng Kolaborasi Dorong Komoditas Lokal Lewat Panen Raya