16 Juni 2026

DETIK PAPUA

Berita Papua Terkini

YKKMP Salurkan Bantuan Kemanusiaan kepada 600 Pengungsi di Tangma

DETIKPAPUA.COM : Wamena ,-Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (YKKMP) kembali menunjukkan komitmennya dalam melindungi masyarakat sipil Papua dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada lebih dari 600 pengungsi dari tiga jemaat yang berlindung di Gereja Kingmi Yeriko Halihalo, Distrik Tangma, Kabupaten Yahukimo.

Pengungsi berasal dari Jemaat Yeriko Halihalo di Desa Yeleas, Jemaat Imanuel Aleleng di Desa Aleleng, serta Jemaat Betlehem Punno di Desa Punno. Mereka memilih bertahan di lokasi pengungsian karena trauma mendalam pasca-insiden penembakan pada 15 Juni 2025.

“Masyarakat merasa tidak aman untuk kembali ke Wamena, terutama setelah adanya penembakan ke area pemukiman warga, padahal anak-anak masih bermain di halaman gereja,” ungkap Direktur YKKMP, Theo Hesegem, saat memberikan keterangan di lokasi pengungsian, Senin (23/6).

Tim kemanusiaan YKKMP menyerahkan bantuan berupa 200 kilogram beras, garam, peksin, gula, kopi, dan sabun cuci. Bantuan diterima langsung oleh Gembala Jemaat Yeriko Halihalo, Pdt. Reki Asipalek.

Kunjungan tersebut merupakan yang ketiga kalinya dilakukan oleh YKKMP. Selain menyerahkan bantuan, tim juga melakukan pemantauan kondisi pengungsi serta mencari kepastian terkait keberadaan Egianus Kogeya dan kelompoknya.

“Kami akan menyurati Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan untuk melakukan audiensi terkait beberapa peristiwa kekerasan, serta berencana memasang baliho yang menegaskan perlindungan terhadap masyarakat sipil sesuai hukum humaniter internasional,” jelas Hesegem dalam pertemuan dengan jemaat itu.

Setelah menyelesaikan tugas di Tangma, tim kemanusiaan kembali menuju Wamena pada pukul 18.30 WIT dan sempat berdiskusi dengan personel TNI di Gunung Ongolo.

“Saya lahir dan besar di Tangma. Kedatangan saya berturut-turut ke sini semata untuk memastikan kondisi warga dan keberadaan Egianus serta kelompoknya,” ujar Hesegem di hadapan aparat.

YKKMP menegaskan komitmen mereka dalam menjadi penghubung antara warga dan otoritas keamanan serta mendukung pemulihan tanggap krisis melalui pendekatan damai dan perlindungan hak asasi manusia. (Red).

Loading

Facebook Comments Box