17 Juni 2026

DETIK PAPUA

Berita Papua Terkini

Yayasan Binterbusih Genap 38 Tahun, Konsisten Membina dan Mendidik Orang Muda Papua

SEMARANG, detikpapua— Yayasan Bina Teruna Bumi Cenderawasih (BINTERBUSIH) genap berusia 38 tahun pada 12 Januari 2025. Selama hampir empat dekade, yayasan nirlaba yang bergerak di bidang pendidikan ini konsisten membina, mendidik, dan mendampingi orang muda Papua sebagai bagian dari upaya pembangunan sumber daya manusia Papua melalui jalur pendidikan.

Kepala Koordinator Wilayah (Korwil) Semarang Yayasan Binterbusih, Narik Yimin Tabuni, mengatakan bahwa usia 38 tahun menjadi bukti keseriusan dan komitmen yayasan dalam menjawab tantangan dan ironi pembangunan pendidikan di Tanah Papua.

“Usia 38 tahun bukan usia yang muda. Ini adalah bukti nyata kepedulian yang sangat dalam dari Yayasan Binterbusih, khususnya melalui Bapak Paulus Sudiyo selaku Dewan Pembina dan Bapak Paskalis Abner sebagai Ketua Yayasan, dalam melihat dan merespons kondisi pendidikan di Papua,” ujarnya.

Yayasan Binterbusih berdiri sejak 12 Januari 1988 dan hingga kini tetap fokus pada pendidikan generasi muda Papua. Keprihatinan terhadap keterbatasan akses dan kualitas pendidikan di Papua mendorong Binterbusih untuk mengambil peran sebagai fasilitator, pelindung, dan pendamping bagi orang muda Papua yang menempuh pendidikan di luar daerah, khususnya di Pulau Jawa.

Dalam perjalanannya, Yayasan Binterbusih mengusung visi “Menjadi yayasan yang mandiri, handal, dan terpercaya dalam mendidik serta membina generasi muda Papua menuju Papua yang damai, adil, dan sejahtera.”

Untuk mewujudkan visi tersebut, Binterbusih menjalankan empat misi utama, yaitu membangun yayasan yang mandiri dan terbuka bagi semua pihak yang berkehendak baik; meningkatkan kompetensi karyawan agar lebih handal dan terpercaya; melayani dengan hati dalam mendidik dan membina generasi muda Papua yang memiliki intelektualitas, spiritualitas, mentalitas, dan emosional yang kuat; serta melayani dengan inovasi tanpa henti demi terwujudnya Papua yang damai, adil, dan sejahtera.

Pada peringatan HUT ke-38, Yayasan Binterbusih mengusung tema “Professional, Happiness, and Quality.” Tema ini diambil sebagai refleksi atas perjalanan panjang yayasan dalam membina, mendidik, dan mendampingi orang muda Papua agar tumbuh menjadi pribadi yang berkualitas dan berdaya saing.

Saat ini, Yayasan Binterbusih telah menjalin kerja sama melalui nota kesepahaman (MoU) dengan berbagai pihak, di antaranya YPMAK, YPKB, Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang, Pemerintah Kabupaten Puncak, Pemerintah Kabupaten Maybrat, serta Pemerintah Provinsi Papua Selatan. Selain itu, Binterbusih juga bekerja sama dengan berbagai perguruan tinggi negeri, swasta, dan sekolah kedinasan di Indonesia, khususnya di wilayah Jawa dan Bali.

Hingga kini, sebanyak 1.263 pelajar dan mahasiswa Papua telah didampingi, dibina, dan dididik oleh Yayasan Binterbusih. Dari perjalanan panjang tersebut, banyak alumni yang kini berkiprah di berbagai posisi strategis, baik di tingkat nasional maupun daerah. Di antaranya Menteri HAM RI Natalis Pigai, Bupati Pegunungan Bintang, Sekretaris Daerah Kabupaten Puncak, Ketua Yayasan YPMAK, serta sejumlah tokoh lainnya.

Perayaan HUT ke-38 Yayasan Binterbusih turut dihadiri oleh Pengawas Yayasan, Dewan Pembina, Pengurus, para Koordinator Wilayah, serta seluruh karyawan.

“Yayasan Binterbusih murni hadir untuk masa depan orang muda Papua melalui pendidikan. Pendidikan adalah satu-satunya jalan pembangunan manusia Papua. Selama manusia Papua ada, Yayasan Binterbusih akan terus eksis membina, mendampingi, dan mendidik generasi Papua menjadi pribadi yang berkarakter, berkualitas, dan berdaya saing,” tutup Narik. (Red)

Loading

Facebook Comments Box