DETIKPAPUA.COM: Maybrat – Badan Pengurus Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Paroki Santo Yoseph Ayawasi periode 2026-2019 resmi dilantik dan dikukuhkan oleh Ketua Presidium WKRI Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Keuskupan Manokwari-Sorong (KMS), Mien J. Tutuarima, Sabtu (13/6/2026).
Prosesi pelantikan dan pengukuhan berlangsung khidmat di Gereja Katolik Santo Yoseph Ayawasi. Kegiatan diawali dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin Pastor Paroki Santo Yoseph Ayawasi, Pastor Felix Janggur, OSA, didampingi Diakon Simon Welerubun.
Setelah pembacaan Surat Keputusan Nomor SKEP/01/DPD-KMS/VI/2026 dan prosesi pelantikan oleh Ketua Presidium WKRI DPD Keuskupan Manokwari-Sorong, seluruh pengurus yang telah dikukuhkan menerima pemberkatan dari Pastor Felix Janggur, OSA melalui penumpangan tangan.
Pelantikan ini menjadi tonggak sejarah bagi umat Katolik di Ayawasi karena merupakan pembentukan pertama WKRI DPC Paroki Santo Yoseph Ayawasi. Pengukuhan pengurus dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Nomor: SKEP/01/DPD-KMS/VI/2026.
Susunan kepengurusan WKRI DPC Paroki Santo Yoseph Ayawasi mencakup bidang organisasi, pendidikan, kesejahteraan, hubungan masyarakat (humas), dan usaha. Magdalena Tenau dipercaya sebagai Ketua WKRI DPC Santo Yoseph Ayawasi periode 2026–2029, didampingi Beatrix Florida Tawer sebagai Wakil Ketua, Florensia Lenny Air sebagai Sekretaris I, Anna M. Lamapaha sebagai Sekretaris II, Vikaria E. Turot sebagai Bendahara I, dan Yosepha Korain sebagai Bendahara II.
Dalam sambutannya, Ketua Presidium WKRI DPD Keuskupan Manokwari-Sorong, Mien J. Tutuarima, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus dan umat yang telah mendukung terbentuknya WKRI di Paroki Santo Yoseph Ayawasi.
“Kami sangat menghargai segala usaha dan pengorbanan para ibu semua hingga hari ini dapat menghadirkan kami di Gereja Santo Yoseph Ayawasi untuk bersama-sama menyaksikan pelantikan yang sah bagi Gereja dan masyarakat. Setelah dilantik, silakan beraktivitas dan berkarya untuk kebutuhan Gereja maupun masyarakat,” ujarnya.
Mien menekankan pentingnya kerja sama antara pengurus cabang dengan seluruh bidang dalam organisasi, serta membangun komunikasi yang baik dengan Dewan Pastoral Paroki dan pengurus di semua tingkatan WKRI.
“Ada perbedaan pendapat itu baik. Kita tetap satu dalam perbedaan dan berjalan menuju tujuan yang sama. Kita adalah perempuan-perempuan Katolik yang dipanggil untuk berkarya, baik di dalam maupun di luar paroki,” katanya.
Ia juga mengingatkan pentingnya pelaporan perkembangan organisasi kepada DPD serta koordinasi dengan Pastor Paroki sebagai penasihat rohani organisasi.
“Dalam kurun waktu tiga bulan, kami berharap sudah ada laporan perkembangan cabang. Jangan segan-segan berkoordinasi dengan Pastor Penasihat Rohani karena perannya tidak bisa dipisahkan dari perjalanan organisasi ini,” pesannya.
Sementara itu, Ketua WKRI DPC Paroki Santo Yoseph Ayawasi yang baru dilantik, Magdalena Tenau, menyampaikan rasa syukur atas terbentuknya organisasi perempuan Katolik tersebut.
“Pelantikan bukan sekadar acara seremonial atau pergantian kepengurusan. Ini merupakan panggilan dan amanah untuk melayani. Jabatan yang dipercayakan kepada kita bukanlah kehormatan untuk dibanggakan, melainkan tanggung jawab yang harus dijalankan dengan ketulusan, kerendahan hati, dan semangat pengabdian,” katanya.
Ia mengajak seluruh pengurus untuk bekerja bersama dalam melayani umat dan masyarakat.
“Mari kita bergandengan tangan melayani umat dan seluruh masyarakat, khususnya di wilayah Paroki Santo Yoseph Ayawasi yang kita cintai bersama,” ajaknya.
Menurut Magdalena, WKRI memiliki peran strategis dalam membangun kehidupan beriman, memperkuat keluarga, memberdayakan perempuan, serta menghadirkan kepedulian sosial bagi sesama.
Sementara, Pastor Paroki Santo Yoseph Ayawasi, Pastor Felix Janggur, OSA, mengingatkan para pengurus yang baru dilantik agar memandang WKRI bukan sekadar organisasi sosial, melainkan wadah pengembangan iman dan pelayanan.
“Organisasi ini bukan hanya organisasi sosial, tetapi juga organisasi iman. Kita dipanggil menjadi garam dan ragi yang menghadirkan kesaksian kasih Tuhan, memberi harapan dan kekuatan bagi mereka yang lemah, tak berdaya, dan putus asa,” tuturnya.
Pastor Felix mengakui para pengurus masih berada pada tahap awal perjalanan organisasi. Namun, hal tersebut tidak menjadi penghalang untuk terus melayani dengan penuh kepercayaan kepada Tuhan.
“Kita memang masih pemula dan belum sempurna, tetapi kita berjalan apa adanya. Ibu-ibu yang dilantik hari ini dipanggil untuk menyerahkan diri secara total kepada Allah dalam tugas pelayanan ini. Tuhan sendiri yang akan memberikan kekuatan dan memampukan dalam setiap tugas perutusan,” katanya.
Menutup sambutannya, Pastor Felix menyampaikan terima kasih kepada Ketua Presidium dan jajaran DPD WKRI Keuskupan Manokwari-Sorong yang telah hadir secara langsung untuk melantik pengurus cabang pertama di Ayawasi.
“Ini bukan kebetulan, melainkan bagian dari rencana Tuhan sehingga hari ini kita dapat bertemu, berbagi kegembiraan dan harapan. Semoga Tuhan memberkati para pengurus yang baru dilantik dan juga Dewan Presidium dalam perjalanan kembali,” ujarnya.
Dengan pelantikan tersebut, WKRI DPC Paroki Santo Yoseph Ayawasi diharapkan mampu menjadi wadah pemberdayaan perempuan Katolik yang aktif, solid, dan berkomitmen dalam pelayanan Gereja maupun kehidupan sosial kemasyarakatan.
Pewarta: Charles Fatie
![]()

More Stories
Launching Administrasi Festival Budaya Lembah Baliem ke-34 Dimulai
Dinsos Maybrat Salurkan Bantuan Kemensos bagi Warga Terdampak Konflik Sosial di Kampung Sori
Bupati dan Wakil Bupati Syukuran Bersama Warga Tailarek, Luncurkan Program Jayawijaya Terang termasuk Rumah Guru dan Kesehatan