Fakfak, detikpapua.com — Kepolisian Resor Fakfak tengah menyelidiki dugaan tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan seorang perempuan meninggal dunia di kawasan pertokoan Jalan Diponegoro, Distrik Fakfak, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, Selasa (12/5/2026).
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 08.40 hingga 09.00 WIT di area belakang salah satu toko di kawasan tersebut. Warga sekitar mengaku dikejutkan dengan insiden yang menyebabkan seorang perempuan berinisial M.T. (24), warga Kampung Offie, meninggal dunia di lokasi kejadian.
Selain korban perempuan, seorang laki-laki yang diduga memiliki hubungan sebagai suami korban juga ditemukan dalam kondisi mengalami luka serius. Korban laki-laki kemudian dievakuasi ke RSUD Fakfak untuk menjalani penanganan medis intensif.
Personel SPKT Polres Fakfak bersama piket fungsi dan Satreskrim langsung mendatangi lokasi usai menerima laporan masyarakat. Polisi kemudian memasang garis polisi, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), serta mengumpulkan sejumlah barang bukti.
“SPKT Polres Fakfak bersama piket fungsi merespons laporan masyarakat dan langsung menuju TKP untuk mengamankan situasi serta melakukan evakuasi korban,” ujar seorang anggota kepolisian di lokasi kejadian.
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi juga mengamankan rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi guna mendukung proses penyelidikan.
Kasat Reskrim Polres Fakfak, AKP Arif Usman Rumra, S.Sos., M.H., mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut dengan memeriksa sejumlah saksi dan menunggu hasil visum.
“Kami masih fokus pada pengumpulan alat bukti, pemeriksaan saksi-saksi, serta menunggu hasil visum untuk memastikan konstruksi hukum secara utuh,” kata Arif.
Berdasarkan keterangan awal yang dihimpun penyidik, peristiwa tersebut diduga dipicu persoalan pribadi antara pihak-pihak yang terlibat. Namun polisi menegaskan motif dan kronologi pasti kejadian masih dalam tahap penyelidikan.
Polres Fakfak juga mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, termasuk foto maupun video korban.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya, termasuk foto maupun video korban, demi menghormati keluarga dan menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif,” ujar Arif.
Jenazah korban telah dibawa ke RSUD Fakfak untuk penanganan lebih lanjut, sementara korban laki-laki masih menjalani perawatan intensif.
Hingga Selasa malam, Satreskrim Polres Fakfak masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara pasti penyebab dan kronologi peristiwa tersebut.
![]()

More Stories
Gubernur John Tabo Lepas Pemuda Pelopor Papua Pegunungan ke DIY Yogyakarta
WKRI DPC Paroki Santo Yoseph Ayawasi Resmi Dilantik, Siap Berkarya untuk Gereja dan Masyarakat
bp Tangguh Gelar Sosialisasi Pemasangan Kerangka Anjungan (Jacket) pada Lokasi UBA dan UBB, Prinsipnya Mendukung