17 Agustus 2026

DETIK PAPUA

Berita Papua Terkini

Wamenpar dan Wamendagri Hadiri Pembukaan FBLB ke-34 di Wamena

DETIKPAPUA.COM : Wamena– Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa dan Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk dipastikan menghadiri pembukaan Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) ke-34 yang akan digelar di Distrik Welesi, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, pada 7 Agustus 2026.

Festival budaya tahunan tertua di Papua ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari, 7–8 Agustus 2026, dengan rangkaian kegiatan tambahan seperti Wamena Kopi Festival pada 7–9 Agustus di kawasan Tugu Salib serta Carnaval Budaya Nusantara pada 10 Agustus dengan rute dari halaman Kantor Bupati Jayawijaya.Wakil Ketua Pelaksana FBLB ke-34, Naftali Rumbiak, menegaskan kehadiran dua pejabat pusat tersebut sudah terkonfirmasi.

“Tamu dari pemerintah pusat, dua tamu ini sudah pasti hadir,” kata Naftali kepada wartawan, Jumat (31/7/2026).

Menurut Naftali, panitia masih menunggu kepastian kehadiran Menteri Kebudayaan Fadli Zon yang dijadwalkan berada di Jayapura untuk menyerahkan benda arkeologi Papua ke Museum Universitas Cenderawasih, sebelum kemungkinan melanjutkan perjalanan ke Wamena.

FBLB tahun ini menghadirkan konsep baru. Atraksi perang-perangan yang selama ini menjadi ikon festival tidak lagi ditampilkan, digantikan dengan pertunjukan sosiodrama yang mengangkat kisah kehidupan masyarakat adat Lembah Baliem.

Selain sosiodrama, pengunjung tetap dapat menyaksikan tari-tarian tradisional, Sikoko Puradan, Karapan Babi, serta pertunjukan Tiup Pikon.

Enam sanggar akan tampil selama dua hari dengan cerita berbeda di setiap pertunjukan.Panitia juga mempertahankan sejumlah perlombaan. Lomba Karapan Babi menyediakan total hadiah Rp 20 juta, sedangkan Lomba Tiup Pikon memperebutkan hadiah Rp 5 juta.

Naftali menambahkan, salah satu sosiodrama akan mengangkat prosesi pernikahan adat masyarakat Lembah Baliem sebagai upaya memperkenalkan nilai budaya kepada generasi muda.

“Kalau datang ke festival, masyarakat akan mengetahui bagaimana tradisi dan prosesi pernikahan adat di Lembah Baliem yang sakral dan penuh makna,” ujarnya. (Red).

Loading

Facebook Comments Box