23 Januari 2026

DETIK PAPUA

Berita Papua Terkini

Wakil Gubernur Ones Pahabol: Rekonsiliasi Adalah Jalan Spiritual Menuju Papua Damai

Detikpapua.com : Wamena – Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan menegaskan komitmennya terhadap perdamaian dan persatuan lintas komunitas melalui kegiatan Rekonsiliasi Daerah Kabupaten Jayawijaya.

Wakil Gubernur Dr. Ones Pahabol, SE, MM menyerahkan bantuan sebesar Rp1 miliar kepada panitia sebagai dukungan nyata terhadap proses pemulihan sosial yang berlangsung selama tiga hari di Wamena.

Dalam sambutannya, Pahabol menekankan rekonsiliasi bukan sekadar seremoni, melainkan langkah spiritual dan moral untuk membangun kembali kepercayaan antar kelompok masyarakat.

“Rekonsiliasi bukan hanya soal perdamaian. Ini tentang membangun kembali kepercayaan, menghargai keberagaman, dan merajut persatuan demi masa depan Papua Pegunungan yang lebih damai dan bermartabat,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan meskipun Gubernur Papua Pegunungan tidak hadir langsung, dukungan penuh tetap diberikan. Pemerintah provinsi bahkan menetapkan dua hari khusus untuk meresapi nilai-nilai keilahian sebagai fondasi rekonsiliasi.

“Lebih baik satu hari di rumah Tuhan daripada seribu hari di luar rumah Tuhan,” ucapnya, disambut hangat oleh jemaat.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari refleksi 100 hari kepemimpinan Bupati Jayawijaya Atenius Murib dan Wakil Bupati, sebagai bentuk pertanggungjawaban awal pemerintahan mereka.

30 Juli Ibadah bersama 17 denominasi gereja di Jayawijaya bersama jajaran pemerintah kabupaten dan provinsi.
31 Juli Doa puasa dan refleksi keluarga secara serentak di rumah masing-masing warga.
1 Agustus Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) akbar di halaman Kantor Bupati Jayawijaya.

Pahabol juga mengingatkan agar pelaksanaan rekonsiliasi tidak membatasi aktivitas masyarakat secara berlebihan. Ia meminta Pemkab Jayawijaya untuk bijak dalam mengatur kegiatan warga.

“Mungkin Pemkab Jayawijaya harus melihat dulu, aktivitas mana yang berdampak merugikan dan mana yang tidak, agar tidak menimbulkan kesalahpahaman,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Jayawijaya Atenius Murib menegaskan rekonsiliasi adalah proses penting untuk memulihkan hubungan yang rusak dan membangun masa depan yang lebih baik.

“Rekonsiliasi dalam konteks pengakuan kesalahan adalah proses penting untuk memulihkan hubungan yang rusak dan membangun masa depan yang lebih baik,” katanya.

“Kami mengajak seluruh masyarakat mendukung langkah kepemimpinan lima tahun ke depan yang berlandaskan nilai kejujuran, pengampunan, dan kasih,” tambahnya.

Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat solidaritas lintas etnis, agama, dan kelompok di Jayawijaya, serta mewujudkan masyarakat yang saling menghargai dalam bingkai Papua yang damai dan bermartabat. (Red).

Loading

Facebook Comments Box