9 September 2026

DETIK PAPUA

Berita Papua Terkini

TPNPB Kodap III Ndugama-Derakma Mengaku Bertanggung Jawab atas Penyerangan Pos Militer di Wamena

DETIKPAPUA.COM : WAMENA — Kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Kodap III Ndugama-Derakma menyatakan bertanggung jawab atas aksi penyerangan dan kontak tembak terhadap pos militer Indonesia yang berlokasi di Wamena pada Senin (17/8/2026) sekitar pukul 06.15 WIT.

​Pernyataan resmi tersebut disampaikan oleh Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB-OPM berdasarkan laporan dari Komandan Batalyon Albu, Mayor Abaroak Gwijangge, bersama Komandan Operasi Paldo Nirigi serta pasukan Kompi Markas Satu Kasie.

​Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, menjelaskan bahwa kontak senjata bermula ketika aparat keamanan mendeteksi pergerakan kelompoknya yang tengah bersiap mengambil posisi penyerangan.

​”Penembakan tersebut awalnya dilakukan oleh aparat militer Indonesia terhadap kami sehingga terjadi baku tembak antara TPNPB dengan aparat militer Indonesia. Dalam kontak senjata tersebut tidak ada korban jiwa dari pihak kami, sementara kami belum bisa memastikan jatuhnya korban jiwa dari pihak aparat,” ujar Sebby Sambom dalam siaran pers resminya, Selasa (18/8/2026).

​Pihak TPNPB menduga rencana penyerangan tersebut telah bocor akibat ulah oknum warga lokal yang disinyalir menjadi informan aparat militer.

​”Kami mencurigai terdapat seorang pemuda asli Papua yang bekerja sebagai agen intelijen militer pemerintah Indonesia. Dia mendahului kami ke markas militer lalu melaporkan rencana penyerangan, sehingga aparat sudah siaga satu dan melakukan penembakan terlebih dahulu saat kami mengambil posisi,” tambah Sebby.

​Atas insiden tersebut, pimpinan TPNPB Kodap III Ndugama-Derakma di bawah Komando Brigjen Egianus Kogoya dan Mayor Belia alias Maleo Kogoya secara tegas mengeluarkan empat poin pernyataan sikap:

  1. ​TPNPB Kodap III Ndugama-Derakma menegaskan tidak akan pernah tunduk maupun mundur dari pemerintah Indonesia dan menyatakan perang akan terus berlanjut hingga kemerdekaan Papua diakui.
  2. ​Mengimbau seluruh masyarakat Papua dan pihak-pihak terkait untuk tidak menjadi mata-mata atau memberi informasi kepada aparat keamanan selama pasukan TPNPB beroperasi di wilayah Kota Wamena.
  3. ​Mengancam akan melakukan tindakan tegas hingga eksekusi mati jika menemukan warga yang terbukti menjadi agen intelijen pemerintah di Kota Wamena.
  4. ​Meminta seluruh pengguna jalan trans di Wamena untuk membatasi aktivitas, mematuhi aturan keselamatan seperti menurunkan kaca mobil, serta mengurangi kecepatan kendaraan saat melintas.

​Pernyataan tertulis ini dikeluarkan atas nama Penanggung Jawab Nasional Komando Markas Pusat TPNPB-OPM, yang mencakup Panglima Tinggi Jenderal Goliath Tabuni, Wakil Panglima Letjen Melkisedek Awom, Kepala Staf Umum Mayjen Terianus Satto, serta Komandan Operasi Umum Mayjen Lekagak Telenggen. (Red).

Loading

Facebook Comments Box