DETIKPAPUA.COM | Tembagapura – Manajemen Markas Pusat Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat–Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengeluarkan siaran pers keempat tertanggal Selasa, 3 Maret 2026, terkait operasi militer Indonesia di wilayah Tembagapura, Papua.
Dalam keterangan yang disampaikan juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, disebutkan bahwa operasi militer yang berlangsung pada Senin, 2 Maret 2026, sekitar pukul 12.00 WIT hingga dini hari, terjadi di areal pertambangan PT Freeport McMoRan di Tembagapura.
TPNPB-OPM mengklaim dalam operasi tersebut tiga warga sipil tewas akibat tembakan dan sejumlah lainnya mengalami luka-luka. Selain itu, mereka menyebut lebih dari enam warga sipil dewasa ditangkap bersama ibu-ibu dan anak-anak, lalu dibawa ke markas militer.
Menurut laporan yang diterima dari pasukan TPNPB Kodap VIII Intan Jaya, warga yang ditangkap disebut sedang melakukan aktivitas pendulangan emas dari sisa pembuangan tailing perusahaan tambang tersebut. Namun, mereka dituduh sebagai bagian dari TPNPB dan diamankan aparat. TPNPB juga menuding terjadi tindakan kekerasan terhadap warga sipil saat proses penangkapan.
Dalam pernyataan tersebut, TPNPB menyatakan bahwa operasi militer juga menyebabkan warga dari Kali Kabur dan sejumlah kampung lain mengungsi. Mereka memperkirakan lebih dari seribu jiwa, termasuk bayi, anak-anak, ibu hamil, dan lanjut usia, meninggalkan kampung halaman untuk mencari perlindungan ke tempat kerabat.
TPNPB-OPM mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk menghentikan penangkapan dan penembakan terhadap warga sipil selama operasi militer. Mereka juga meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (Perserikatan Bangsa-Bangsa) dan lembaga internasional lainnya memberikan perhatian terhadap situasi tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak TNI maupun pemerintah terkait klaim yang disampaikan TPNPB-OPM tersebut.
![]()

More Stories
Pemda Jayawijaya Tekan Inflasi dan Jelang Lebaran Rencana Pasar Murah
Pengaruh Global akan Mempengaruhi Harga BBM dan Ekonomi, Disnaker Perindang: Masyarakat Kembali Hidupi Wen, Wam, Wene
KONI Nduga Gelar Musorkab, Bupati Beon : Harus Ada Atlit Dari Nduga Yang Muncul Di PON XXI NTT-NTB 2028