16 Juni 2026

DETIK PAPUA

Berita Papua Terkini

Teror Paket Berisi Kepala Babi Busuk terhadap Mahasiswa Papua di Denpasar

DETIKPAPUA.COM : Wamena – Sebuah paket mencurigakan berisi kepala babi busuk diterima oleh sekelompok mahasiswa Papua yang tinggal di sebuah kontrakan di Denpasar, Bali, pada Jumat (6/6) sekitar pukul 15:00 WITA.

Paket tersebut dikirim melalui jasa ojek daring Grab dan ditujukan kepada Wemison Enembe, salah satu penghuni kontrakan, dengan keterangan bahwa isinya adalah buku berjudul Papua Bergerak, serta mencantumkan nomor kontak WhatsApp pengirim.

Setelah menerima paket, para mahasiswa yang tinggal di kontrakan merasa curiga karena tidak ada satu pun di antara mereka yang merasa memesan atau mengirimkan buku tersebut. Setelah kurir Grab meninggalkan lokasi, mereka memutuskan untuk membuka paket guna memastikan isinya. Namun, mereka terkejut saat menemukan kepala babi dalam keadaan membusuk lengkap dengan tanah di dalam kardus. Bau menyengat langsung memenuhi ruangan, membuat para penghuni syok dan merasa diintimidasi.

Merasa menjadi korban teror, mahasiswa berupaya melacak identitas pengirim melalui aplikasi GetContact. Hasil pencarian menunjukkan bahwa nomor WhatsApp yang tertera dalam paket terdaftar atas nama Made Budawan. Investigasi lebih lanjut terhadap akun Facebook yang terkait mengungkapkan kesamaan atribut pakaian serta afiliasi dengan kelompok adat atau organisasi massa tertentu, yang diduga terkait dengan aksi ini.

Menanggapi insiden ini, Ketua Aliansi Mahasiswa Papua (AMP), Jeno Dogomo, menyatakan bahwa tindakan tersebut merupakan teror psikologis dan intimidasi terhadap mahasiswa Papua yang aktif dalam organisasi kritis dan perjuangan rakyat Papua.

“Kami tidak akan takut dan tidak akan berhenti bersuara. Insiden ini semakin memperlihatkan watak kekuasaan yang takut terhadap kesadaran kritis dan solidaritas mahasiswa Papua di tanah rantau,”tegas Jeno Dogomo.

Para mahasiswa menegaskan bahwa Papua saat ini berada dalam kondisi krisis besar, termasuk ekosida, militerisasi, dan pelanggaran HAM sistematis. Mereka berkomitmen untuk terus memperjuangkan hak-hak rakyat Papua dan melawan segala bentuk intimidasi.

Mahasiswa Papua mendesak kepolisian Bali untuk segera mengusut pelaku serta motif di balik pengiriman paket teror ini. Mereka juga meminta pemerintah dan aparat keamanan agar menjamin kebebasan berekspresi mahasiswa Papua.

Selain itu, mereka menyerukan kepada lembaga HAM dan komunitas solidaritas mahasiswa di seluruh Indonesia untuk mengecam dan mengutuk tindakan teror terhadap aktivis mahasiswa Papua. (AW).

Loading

Facebook Comments Box