14 Juli 2026

DETIK PAPUA

Berita Papua Terkini

Sukacita Komuni Pertama Warnai Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus di Stasi Paulus Kumurkek

Maybrat, detikpapua.com – Sebanyak tujuh anak menerima Sakramen Komuni Pertama dalam Perayaan Ekaristi Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus yang berlangsung di Gereja Katolik Stasi Santo Paulus Kumurkek, Paroki Santo Yoseph Ayawasi, Minggu (7/6/2026).

Sebelum perayaan misa dimulai, Pastor RD Fransiskus Katino memimpin doa singkat bersama para calon penerima komuni pertama dan orang tua mereka. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan arak-arakan dari pastoran menuju gedung gereja.

Suasana khidmat dan hening menyelimuti gereja ketika para calon penerima komuni pertama bersama pastor, orang tua, dan para misdinar memasuki gereja menuju altar kudus. Prosesi diiringi lagu-lagu pujian yang dibawakan koor dan diikuti umat yang hadir.

Di hadapan altar dan imam, para calon penerima komuni pertama berdiri didampingi orang tua masing-masing. Perwakilan orang tua kemudian menyampaikan permohonan kepada pastor agar anak-anak mereka diperkenankan menerima Sakramen Komuni Pertama.

Dalam homilinya, Pastor RD Fransiskus Katino mengajak umat untuk memahami makna mendalam Ekaristi sebagai perjamuan yang ditetapkan sendiri oleh Yesus Kristus. “Ketika Yesus mengambil roti dan berkata, ‘Ambil dan makanlah, inilah tubuh-Ku,’ lalu mengambil anggur dan berkata, ‘Ambil dan minumlah, inilah darah-Ku,’ di situlah Yesus menetapkan Ekaristi. Kemudian Dia berkata, ‘Lakukanlah ini untuk mengenangkan Daku,’” ungkapnya.

Ia menegaskan, Ekaristi bukan sekadar simbol atau drama keagamaan, melainkan perjamuan kudus dengan Kristus sebagai tuan rumah. “Dalam perayaan Ekaristi, yang menjadi tuan rumah adalah Yesus sendiri. Kita semua adalah undangan yang dipanggil untuk datang, makan, dan minum dalam perjamuan-Nya,” katanya.

Pastor Fransiskus menjelaskan makanan yang diterima dalam Ekaristi berbeda dengan makanan duniawi yang hanya memberikan kenikmatan sesaat. “Roti dan anggur yang diberikan Tuhan bukan sekadar makanan yang lezat di lidah, tetapi makanan yang menghidupkan. Yesus berkata, ‘Akulah roti hidup. Barangsiapa makan dari roti ini, ia akan hidup untuk selama-lamanya,’” ujarnya.

Ia juga mengingatkan umat agar tidak menyia-nyiakan undangan Tuhan untuk datang dan mengambil bagian dalam perayaan Ekaristi. “Kadang-kadang Tuhan sudah mengundang, tetapi manusia membuat banyak alasan. Padahal Tuhan menawarkan makanan yang membawa kehidupan kekal,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Pastor Fransiskus menegaskan pentingnya Ekaristi dalam kehidupan orang beriman. “Ekaristi adalah kunci untuk membuka Kerajaan Surga. Kunci itu jangan sampai hilang, jangan sampai patah, tetapi harus terus dipegang dalam kehidupan melalui kesetiaan menerima Tubuh dan Darah Kristus,” katanya.

Lebih lanjut, Pastor mengajak umat untuk memperhatikan tiga aspek penting dalam mengikuti perayaan Ekaristi yang disebutnya sebagai “3 Ta”, yakni Tata Ruang, Tata Batin, dan Tata Gerak.
Menurutnya, Tata Ruang berkaitan dengan kebersihan dan penataan rumah Tuhan. Gereja harus dijaga kebersihannya serta dipersiapkan dengan baik untuk setiap perayaan liturgi.

“Tata Ruang berarti menyiapkan rumah Tuhan dengan layak. Gereja harus bersih, rapi, dan ditata dengan penuh penghormatan karena ini adalah rumah Allah,” ujarnya.

Sementara itu, Tata Batin mengajak umat mempersiapkan hati sebelum mengikuti Ekaristi, termasuk menjaga keheningan, berdoa, dan berpuasa sebelum menerima komuni. “Hati yang menerima Yesus harus bersih. Karena yang kita sambut adalah Kristus sendiri, maka batin kita juga harus dipersiapkan dengan baik,” kata Pastor Fransiskus.

Menutup homilinya, Pastor RD Fransiskus Katino secara khusus menyampaikan ucapan selamat kepada tujuh anak yang menerima Sakramen Komuni Pertama. Ia berharap momen tersebut menjadi awal perjalanan iman yang semakin bertumbuh dan mendalam bersama Kristus.

“Selamat kepada anak-anak yang hari ini menerima Komuni Pertama. Teruslah mencintai Yesus, rajin mengikuti Ekaristi, berdoa, dan bertumbuh dalam iman Katolik,” pesan Pastor Fransiskus.

Sebagai bentuk perhatian dan dukungan terhadap pertumbuhan iman anak-anak, Pastor Fransiskus juga menyerahkan hadiah berupa Alkitab dan sebuah buku rohani kepada masing-masing penerima Komuni Pertama pada akhir perayaan.

Pewarta: Charles Fatie

Loading

Facebook Comments Box