12 Maret 2026

DETIK PAPUA

Berita Papua Terkini

SPBU Anwarudin dan Lasminingsih Bantah Tuduhan Penggelapan BBM Subsidi, Dinas Perindag Pastikan Pengawasan Ketat

Detikpapua.com : Wamena – Dua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Anwarudin dan SPBU Lasminingsih bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kabupaten Jayawijaya menegaskan, tuduhan penggelapan BBM subsidi oleh media online adalah tidak benar dan menyesatkan. Dalam pemberitaan disebutkan judul “diduga gelapkan milyaran rupiah dari-bbm subsidi spbu anwarudin dan lasminingsih didesak diperiksa”, namun hal tersebut langsung dibantah oleh pihak yang bersangkutan.

Olivia Rumbairusi, Koordinator Lapangan Pengawasan BBM Subsidi dari Dinas Perindag Jayawijaya, menegaskan, selama ini pihaknya menjalankan sistem pengawasan secara ketat tanpa ditemukan penyimpangan.

“Sistem pengawasan kupon dan daftar pengguna BBM subsidi kami jalankan dengan sangat baik. Tidak mungkin terjadi kebocoran seperti yang dituduhkan,” jelas Olivia.

Sementara itu, Wiyono selaku pengawas dari Pertamina yang bertanggung jawab atas pengawasan operasional kedua SPBU, menyebut tuduhan tersebut sebagai hoaks yang tidak berdasar. Ia menilai media yang memberitakan telah melanggar etika jurnalistik karena tidak melakukan konfirmasi terlebih dahulu.

“Kami sangat menyayangkan pemberitaan yang bersifat sepihak ini. Tidak ada satupun praktik penyelewengan yang terjadi di kedua SPBU kami,” ujar Wiyono kepada awak media di Wamena, Rabu (23/7).

Ia juga menyampaikan pihaknya, bersama pemilik SPBU Haji Anwarudin, tengah mempertimbangkan langkah hukum atas kerugian nama baik dan usaha yang telah bertahun-tahun melayani masyarakat.

Lebih lanjut, Wiyono menjelaskan kuota dan alokasi BBM di SPBU telah diatur secara ketat oleh Pertamina serta diawasi langsung oleh Dinas Perindag Jayawijaya. Penyaluran dilakukan sesuai kuota harian melalui sistem kupon, khususnya untuk solar, guna mencegah penyalahgunaan.

“Tudingan bahwa kami menjual BBM di luar ketentuan adalah fitnah yang tidak dapat diterima. Jika berani, pihak media harus berani melakukan klarifikasi di lapangan,” tegasnya.

Ia juga menanggapi isu antrian di SPBU, yang menurutnya merupakan hal wajar karena kuota BBM disalurkan secara penuh saat SPBU beroperasi.

“Kami tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan menjaga kepercayaan Pertamina serta masyarakat Papua Pegunungan,” pungkas Wiyono. (AW)

Loading

Facebook Comments Box