FAKFAK, detikpapua.com – Pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah di Distrik Fakfak kembali menjadi sorotan. Selama sekitar satu minggu terakhir, para orang tua siswa mengeluhkan bahwa menu MBG yang diterima anak-anak mereka tidak sesuai dengan standar gizi yang seharusnya.
Menurut para orang tua, makanan yang dibagikan oleh dapur atau pengelola program hanya berupa snack ringan seperti roti, minuman instan, telur, serta sedikit buah.
“Selama seminggu ini anak kami bilang MBG yang diterima hanya snack. Padahal harusnya makanan bergizi lengkap, bukan sekadar roti dan minuman instan,” ujar salah satu orang tua murid, Sabtu (06/12/25).
Menu yang diterima siswa disebut terdiri dari 1 roti, 1 butir telur, 1 kotak Milo, dan 3 buah kelengkeng. Meskipun menu tersebut mengandung karbohidrat dan sedikit protein, para orang tua menilai paket itu belum memenuhi konsep gizi seimbang yang menjadi dasar pelaksanaan MBG.
Padahal, Program MBG dirancang pemerintah agar anak-anak menerima asupan lengkap setiap hari, terdiri dari karbohidrat, protein hewani dan nabati, sayuran, buah, serta variasi menu yang seimbang. Namun, kondisi di lapangan dinilai masih jauh dari ketentuan tersebut.
“Buah hanya tiga butir kelengkeng, tanpa sayur. Ini lebih mirip snack daripada menu gizi seimbang,” keluh seorang warga. Mereka meminta pemerintah memperketat pengawasan agar pelaksanaan program tidak sekadar menjadi formalitas.
Program MBG merupakan program prioritas nasional untuk menekan angka stunting, meningkatkan konsentrasi dan energi belajar siswa, serta mendorong ekonomi lokal. Karena itu, masyarakat berharap dugaan penyimpangan menu dapat segera dibenahi.
Dalam pemberitaan sebelumnya, pengelola dapur sehat MBG di Distrik Fakfak disebut sebagai Yayasan Bintang Papua Cemerlang Nasional. Namun pihak yayasan kemudian memberikan klarifikasi terkait hal tersebut.
Menurut mereka, penyebutan itu tidak tepat karena menempatkan yayasan seolah menjadi penanggung jawab utama program.
“Yayasan hanyalah mitra kerja, bukan penanggung jawab pelaksanaan MBG,” tegas perwakilan Yayasan Bintang Papua Cemerlang Nasional, Sabtu malam (06/12/25).
Yayasan Bintang Papua Cemerlang Nasional merujuk pada Juknis Perubahan Ketiga Nomor 244 Tahun 2025 tanggal 10 Oktober 2025, yang menjelaskan secara rinci hak dan tanggung jawab mitra serta pengelola dapur dalam pelaksanaan Program MBG.
Yayasan menjelaskan bahwa penanggung jawab operasional penuh pelaksanaan Program MBG adalah SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi), sesuai struktur resmi di bawah Badan Gizi Nasional (BGN).
SPPG memiliki tugas untuk; mengelola dapur, mengawasi proses memasak, memastikan pengadaan bahan baku, mendistribusikan menu ke sekolah, menjamin kualitas dan standar gizi serta melakukan pelaporan harian.
Sementara itu, peran yayasan sebagai mitra pendukung mencakup penyediaan sebagian bahan baku, fasilitas, logistik, sumber energi, serta kontribusi lainnya untuk mendukung ekonomi lokal. Semua dukungan tersebut berada di bawah supervisi langsung Kepala SPPG.
Karena itu, yayasan menegaskan bahwa mereka bukan penanggung jawab utama, melainkan pihak pendukung dalam pelaksanaan program.
Judul berita sebelumnya “Orang Tua Protes! MBG di Fakfak Diduga Menyimpang dari Standar Gizi” mencantumkan Yayasan Bintang Papua Cemerlang Nasional sebagai pihak yang bertanggung jawab penuh atas pelaksanaan MBG di Distrik Fakfak. Setelah menerima klarifikasi, redaksi memastikan bahwa informasi tersebut tidak tepat, karena penanggung jawab utama berada pada struktur SPPG Veteran. Redaksi telah memperbaiki pemberitaan serta melayani hak jawab sebagaimana diatur dalam UU Pers, serta menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada Yayasan Bintang Papua Cemerlang Nasional.
(Red/N.L)
![]()

More Stories
INVESTIGASI: Ada Dugaan Kuat Sertifikat Ilegal di Kawasan Cagar Alam Fakfak
Selain Sumber Air Warga, 80 Burung Endemik Papua Hidup di Cagar Alam Fakfak
SHM di Atas Cagar Alam: Siapa Bermain di Balik Eksekusi Kalimati