16 Juni 2026

DETIK PAPUA

Berita Papua Terkini

SMI-KP Nabire Gelar Aksi Tolak DOB, Massa Dibubarkan Paksa

Dtikpapua,Nabire- Solidaritas Mahasiswa Se-Indonesia (SMI-KP) asal Paniai Kota Studi Nabire menggelar aksi mimbar bebas di Pasar Karang, Nabire, Senin (18/5/2026).

Aksi tersebut mengangkat penolakan terhadap rencana pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) di wilayah Paniai.

Dalam aksinya, mahasiswa menilai pemekaran DOB seperti Kabupaten Deiyai Jaya, Paniai Barat, dan Wedauma berpotensi mengancam keberlangsungan hidup masyarakat adat Papua.

Mereka menyoroti dampak berupa ekspansi investasi, arus transmigrasi, militerisasi, hingga kerusakan lingkungan yang dinilai dapat menghilangkan ruang hidup masyarakat adat.

Massa aksi mulai bergerak dari Sekretariat Honai Yamewa menuju Pasar Karang sekitar pukul 08.00 WIT dengan membawa spanduk, poster, pengeras suara, dan atribut aksi lainnya.

Setibanya di lokasi, massa mulai melakukan orasi dan memasang tali komando sambil menunggu kedatangan peserta aksi lainnya.

Sekitar pukul 08.30 WIT, aparat gabungan TNI/POLRI mulai tiba di lokasi untuk melakukan pengamanan. Sejumlah kendaraan taktis dan personel keamanan terlihat berada di sekitar area aksi.

Massa aksi menyebut jumlah aparat yang dikerahkan lebih dari 60 personel.

Sebelum aksi berlangsung, situasi dilaporkan sempat memanas. Pada malam sebelumnya, sejumlah mahasiswa mengaku mengalami intimidasi dan teror dari orang tak dikenal.

Selain itu, Ketua GMNI dan KNPI disebut sempat melakukan audiensi dengan mahasiswa dan menyarankan agar kegiatan diubah menjadi jumpa pers karena adanya informasi terkait potensi pembubaran aksi oleh kelompok pendukung DOB Moni.

Ketegangan memuncak sekitar pukul 09.43 WIT ketika dua unit mobil yang membawa massa pendukung DOB dan sejumlah masyarakat Suku Moni tiba di lokasi aksi.

Menurut keterangan massa aksi, kelompok tersebut langsung membubarkan kegiatan secara paksa tanpa negosiasi dengan koordinator lapangan maupun penanggung jawab aksi.

Dalam insiden itu, tali komando diputus, spanduk dan pamflet aksi dirobek, serta massa aksi dipaksa membubarkan diri. Massa aksi juga mengklaim bahwa sejumlah orang membawa alat tajam seperti parang, kampak, pisau, dan senapan saat pembubaran berlangsung.

Sekitar pukul 09.59 WIT, massa aksi bersama koordinator lapangan akhirnya kembali ke Sekretariat Honai Yamewa di Xbobo.

Aksi mimbar bebas tersebut merupakan bagian dari penyampaian aspirasi mahasiswa terkait penolakan DOB dan perlindungan terhadap hak-hak masyarakat adat Papua.

Loading

Facebook Comments Box