DETIKPAPUA.COM, MAYBRAT — Pemerintah Kabupaten Maybrat menyambut baik kunjungan tim Rumah Sakit Kanker Dharmais Jakarta dalam rangka visitasi pengampuan jejaring pelayanan kanker di Kabupaten Maybrat. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat layanan kesehatan, khususnya penanganan penyakit kanker di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Kunjungan tim RS Kanker Dharmais berlangsung di RS Pratama Sunere, Kabupaten Maybrat, Kamis (20/8/2026), dan dihadiri langsung Bupati Maybrat Karel Murafer bersama Direktur Rumah Askit Pratama Sunere, dr Sonny Edison Fatie serta civitas hospitalia RS Pratama Sunere.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Karel Murafer menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim pengampuan pelayanan kanker dari RS Kanker Dharmais Jakarta. Ia menilai kunjungan tersebut menjadi langkah penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Maybrat.
“Saya selaku Bupati Kabupaten Maybrat menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada tim pengampuan jejaring pelayanan kanker dari Rumah Sakit Dharmais Jakarta yang berkunjung ke Rumah Sakit Pratama di Sunere. Saya sampaikan ucapan selamat datang. Kehadiran Bapak/Ibu merupakan suatu tugas yang mulia, tugas pelayanan,” ujarnya.
Menurut Karel, Kabupaten Maybrat masih menghadapi berbagai keterbatasan dalam pelayanan kesehatan, mulai dari fasilitas, peralatan medis hingga ketersediaan tenaga kesehatan, terutama dokter spesialis.
“Kami butuh rumah sakit yang baik seperti di Jakarta. Kami juga membutuhkan peralatan yang lengkap serta SDM yang memadai, terutama para dokter spesialis maupun dokter umum yang melayani masyarakat di sini,” katanya.
Ia menegaskan, peningkatan pelayanan kesehatan harus menjadi perhatian utama pemerintah karena kesehatan memiliki keterkaitan erat dengan pembangunan sumber daya manusia dan pencapaian generasi emas Indonesia 2045.
“Kesehatan ini menjadi prioritas utama. Kalau bicara soal kesehatan, kita harus mengatasinya dengan baik dan mengintegrasikannya dengan pendidikan. Kesehatan ikut menentukan kecerdasan dan kualitas generasi yang akan datang,” tutur Karel.
Dalam kesempatan tersebut, Karel juga menyoroti persoalan penyakit kanker yang menurutnya menjadi salah satu tantangan serius bagi masyarakat Maybrat. Ia menyebut masih banyak masyarakat, terutama perempuan, yang mengalami penyakit kanker, termasuk kanker payudara dan kanker rahim. Keterbatasan fasilitas diagnosis dan pengobatan membuat sebagian pasien harus dirujuk ke Sorong atau bahkan ke luar Papua.
“Banyak ibu-ibu maupun laki-laki yang terkena penyakit kanker, yang sudah dideteksi maupun yang belum dideteksi. Banyak ibu-ibu kita meninggal dalam usia muda karena kanker payudara, kanker rahim dan penyakit lainnya,” ujarnya.
Karel juga mengungkapkan persoalan jarak dan keterbatasan fasilitas menjadi tantangan tersendiri dalam memberikan pelayanan kesehatan secara cepat kepada masyarakat.
“Kalau ada yang sakit, kita bawa ke Sorong pun fasilitas kita belum lengkap. Kemudian kalau harus dibawa ke Jakarta, muncul persoalan pembiayaan dan berbagai kendala lainnya. Semua serba kurang dan terbatas,” katanya.
Menurut dia, kondisi geografis juga menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan dalam pengembangan pelayanan kesehatan di Maybrat.
“Kalau dari sini ke Sorong dengan ambulans bisa sampai empat jam. Dalam kondisi tertentu, ada pasien yang tidak tertolong dan meninggal di perjalanan. Karena itu pelayanan kesehatan yang cepat dan berkualitas sangat penting bagi masyarakat kami,” tegas Karel.
Karel memastikan Pemerintah Kabupaten Maybrat berkomitmen mendukung program akselerasi jejaring pengampuan pelayanan kanker yang dilaksanakan bersama RS Kanker Dharmais.
“Pemerintah Kabupaten Maybrat telah berkomitmen untuk mendukung program akselerasi jejaring pengampuan pelayanan kanker. Kami siap menindaklanjuti setiap arahan, masukan dan rekomendasi teknis yang diberikan oleh tim visitasi dari Rumah Sakit Kanker Dharmais,” jelasnya.
Ia berharap kerja sama tersebut tidak berhenti pada kegiatan visitasi, tetapi dilanjutkan melalui pendampingan, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, pemenuhan sarana dan prasarana serta pengembangan layanan kanker secara bertahap di Maybrat.
“Kami berharap kehadiran para dokter dari Dharmais membawa perubahan, membawa perbaikan dan membawa angin segar bagi kami di daerah yang termasuk 3T, daerah terjauh dan terisolir seperti Maybrat,” kata Karel.
Ia juga meminta Dinas Kesehatan dan pihak RS Pratama Sunere segera menyusun langkah konkret bersama tim pengampuan sehingga berbagai kekurangan yang ditemukan dapat ditindaklanjuti secara terarah.
Sementara itu, Ketua Tim Pengampuan Kanker RS Kanker Dharmais, Dr. Fitriani, mengatakan program pengampuan pelayanan kanker dirancang untuk mendorong pemerataan pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia, termasuk masyarakat di wilayah timur.
“Program ini tujuannya agar seluruh warga bangsa Indonesia mendapatkan pelayanan kesehatan yang merata. Itu adalah hak semua warga bangsa Indonesia,” ujar Fitriani.
Ia menjelaskan, penanggulangan kanker membutuhkan persiapan yang kompleks sehingga pelayanan tidak dapat langsung dibangun secara menyeluruh dalam waktu singkat. Menurutnya, pengembangan dapat dimulai dari langkah-langkah dasar seperti edukasi, pemeriksaan dan skrining kanker.
“Kalau penanggulangan kanker itu cukup banyak yang harus disiapkan dan sangat kompleks, tetapi kita bisa mulai satu per satu. Kita melakukan edukasi secara rutin, kemudian pemeriksaan-pemeriksaan yang bisa dilakukan, termasuk pemeriksaan fisik dan kuesioner untuk skrining kanker,” jelasnya.
Fitriani menilai penguatan layanan kanker di Maybrat membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah daerah, Dinas Kesehatan dan manajemen rumah sakit.
“Dinas Kesehatan dan rumah sakit harus berkolaborasi erat. Rumah sakit merupakan pelaksana, tetapi programnya perlu didorong bersama Dinas Kesehatan,” katanya.
Ia juga mendorong RS Pratama Sunere membentuk tim khusus dengan pembagian tanggung jawab yang jelas sehingga setiap program dapat dipantau dan dievaluasi secara berkala.
“Pak Direktur harus bisa membuat tim, menentukan siapa PIC-nya, semua harus terlibat dan berkomitmen menindaklanjuti apa yang sudah direncanakan. Setiap staf yang dipilih memegang program masing-masing harus bertanggung jawab dan dilakukan evaluasi secara rutin,” ujarnya.
Menurut Fitriani, kerja sama dengan rumah sakit pengampu seperti RS Kanker Dharmais tidak dimaksudkan agar seluruh pasien kanker langsung dirujuk ke Jakarta. Sebaliknya, pendampingan diarahkan agar pelayanan kanker dapat dikembangkan di daerah secara bertahap.
“Kerja sama bersama Dharmais bukan berarti nanti kalau dirujuk ke Dharmais menjadi lebih gampang. Tujuannya justru agar kita bisa menyelenggarakan pelayanan kanker di kabupaten secara bertahap,” tegas Fitriani.
Ia menambahkan, perencanaan pengembangan rumah sakit perlu dilakukan sejak awal agar pembangunan fasilitas dan pengadaan peralatan ke depan sesuai kebutuhan pelayanan.
“Dari awal sekarang perencanaan perlu dibahas, termasuk denah bangunan dan kebutuhannya. Kita harus memastikan pembangunan dan peralatan yang diberikan dapat digunakan secara optimal dan tidak menjadi temuan di kemudian hari,” pungkasnya.
Pewarta: Charles Fatie
![]()

More Stories
Dana Otsus Belum Cair, Sekda Maybrat: Terlalu Banyak Sistem yang Mengatur
Okto Sineri: Data OAP Jadi Kunci Perencanaan Pembangunan dan Ketepatan Dana Otsus
Pemkab Maybrat dan SKALA Papua Barat Daya Dorong Percepatan Pendataan OAP