PANIAI, DETIKPAPUA.COM – Ketua Rakyat Advokasi Mandiri (RAMA) Paniai, Robertus Pigai, mengeluarkan pernyataan keras sekaligus ajakan damai terkait konflik lahan dan benturan antar-suku yang melibatkan masyarakat Suku Mee, Suku Kamoro, dan kelompok lainnya di wilayah Papua Tengah.
Dalam keterangan resminya, Robertus menegaskan bahwa Tanah Papua bukanlah tanah kosong. Secara historis dan alamiah, pembagian wilayah adat di Tanah Papua telah selesai sejak abad ke-5 dan ke-6, jauh sebelum administrasi modern ada.
”Tanah Papua lahir bersamaan dengan lahirnya manusia Papua di atasnya. Sejak zaman leluhur, tanah ini telah terbagi habis berdasarkan suku, wilayah adat, marga, dan klen. Tidak ada sejengkal pun tanah yang tidak bertuan,” tegas Robertus.
Seruan Hentikan Perang Saudara
Menyikapi eskalasi konflik yang melibatkan Suku Mee dan Suku Kamoro, intelektual muda Papua Tengah ini mendesak semua pihak yang terlibat untuk segera menurunkan senjata dan menghentikan pertikaian.
”Perang ini hanya akan membawa duka. Kita harus sadar bahwa orang asli Papua (OAP) semakin hari semakin menjadi minoritas di atas tanah leluhurnya sendiri. Membunuh saudara sendiri sama saja dengan mempercepat kepunahan kita,” lanjutnya.
Solusi Win-Win Melalui Mediasi Bersama
Sebagai langkah konkret, Robertus Pigai meminta adanya pertemuan besar (duduk bersama) yang melibatkan seluruh elemen pemangku kepentingan. RAMA Paniai mengusulkan agenda mediasi yang dihadiri oleh:
Para Tua-tua Adat dari kedua suku yang bertikai.
Tokoh Independen yang netral dan dihormati.
Pemerintah Provinsi Papua Tengah serta Pemerintah Daerah dari Timika, Dogiyai, Deiyai, dan Paniai.
Legislator Papua Tengah dan DPRD dari empat kabupaten terkait sebagai fasilitator resmi.
”Pemerintah dan legislator jangan hanya diam. Mereka harus hadir sebagai fasilitator untuk mencari solusi yang saling menguntungkan (win-win solution) demi perdamaian abadi. Kita butuh dialog, bukan peluru,” tutup Robertus.(Red)
![]()

More Stories
Pemda Jayawijaya Tekan Inflasi dan Jelang Lebaran Rencana Pasar Murah
Pengaruh Global akan Mempengaruhi Harga BBM dan Ekonomi, Disnaker Perindang: Masyarakat Kembali Hidupi Wen, Wam, Wene
Wamena United Serahkan Piala Juara Liga 4 Papua Pegunungan kepada Pemkab Jayawijaya