11 Mei 2026

DETIK PAPUA

Berita Papua Terkini

 Ribuan Massa Cipayung Plus Turun Jalan Desak Presiden Tarik TNI Non-Organik dari Papua Pegunungan

Detipapua.com : Wamena- Ribuan massa yang tergabung dalam kelompok Cipayung Plus meminta Presiden Republik Indonesia segera menarik militer non-organik yang marak hadir di wilayah Lapago, Provinsi Papua Pegunungan.

Demonstrasi damai tersebut berlangsung di halaman Kantor DPRK Jayawijaya, Papua Pegunungan, pada Selasa, 2 September 2025.

Massa menyampaikan keresahan atas keberadaan pasukan TNI non-organik di beberapa distrik di Kabupaten Jayawijaya, seperti Ibele, Walaik, dan Tailarek. Kehadiran aparat tersebut dinilai meresahkan masyarakat adat dan warga kampung, karena dilakukan tanpa izin dari kepala distrik, kepala kampung, maupun pemerintah daerah.

Dalam orasinya, perwakilan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Andi Irawan, menyampaikan bahwa masyarakat, khususnya orang tua, mengalami trauma akibat kehadiran TNI non-organik.

“Keresahan yang dialami orang tua kami adalah trauma. Kehadiran TNI non-organik membuat warga takut beraktivitas,” ujar Andi.

Aspirasi penolakan terhadap militer non-organik telah disampaikan melalui DPR Kabupaten Jayawijaya dan kepada Bupati Jayawijaya. Namun, hingga kini belum mendapat tanggapan. Massa menilai TNI terus melakukan aktivitas di distrik dan kampung, bahkan masuk ke gereja-gereja.

Cipayung Plus terdiri dari organisasi GAMKI, GMKI, HMI, PMKRI, GMNI, Hi Labewa, dan Forum Pribumi Papua Pegunungan.

Ketua GMKI Wamena, Maclhon Wandikmbo, menegaskan bahwa situasi di Wamena dan Lapago saat ini damai dan aman.

“Wamena dan Lapago Papua Pegunungan sedang damai. Jangan membuat trauma baru terhadap masyarakat kami,” tegas Maclhon.

Sementara itu, Ketua GMNI Jayawijaya, Ignasius Pekey, mengingatkan bahwa masyarakat Papua masih menyimpan memori kelam atas operasi militer di masa lalu.

“Di Papua, ada memori pahit di benak orang Papua akibat operasi militer sejak tahun 60-an. Segera tarik TNI dan Polri non-organik dari berbagai tempat di Papua Pegunungan, terutama di Kabupaten Jayawijaya,” ujar Ignasius.

Sebentara itu menerima aspirasi Kapolres Jayawijaya, Anak Agung Made Satruya Bimantara, Dandim 1702 Jayawijaya Letkol Arh Reza Ch A. Mamaribo serta sejumlah Anggota DPRK Jayawijaya.

Loading

Facebook Comments Box