“Remaja 18 Tahun Tewas Akibat Serangan Drone Bom di Lanny Jaya”
DETIKPAPUA.COM : Wamena – Seorang remaja berusia 18 tahun bernama Penti Weya dilaporkan tewas setelah diduga terkena serangan bom yang dijatuhkan melalui pesawat nirawak militer Indonesia di pemukiman warga sipil Kampung Wunapunggu, Distrik Melagi, Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan, Minggu (7/6/2026).

Menurut laporan, korban mengalami luka parah di wajah dan tubuh serta kehilangan lengan kanan akibat ledakan.
“Lengan tangan kanan putus, lengan kiri, wajah dan tubuh korban mengalami luka-luka akibat serpihan bom,” tulis laporan tersebut.
Serangan drone juga meninggalkan lubang besar di tanah sekitar lokasi. Jenazah korban saat ini sedang dalam prosesi kremasi oleh warga setempat.

Warga diperingatkan bahwa operasi udara masih berlangsung dan kemungkinan serangan berikutnya dapat terjadi di kampung-kampung tetangga Distrik Melagi.
“Warga sipil yang berkebun, mencari kayu bakar, dan beraktivitas di depan rumah agar segera berhati-hati ketika melihat drone militer Indonesia melewati udara,” lanjut laporan itu.
serangan ini merupakan pelanggaran hukum humaniter internasional dan pelanggaran HAM berat.
“Serangan bom terhadap Penti Weya hingga korban tewas adalah pelanggaran HAM berat yang dilakukan oleh negara Indonesia melalui aparat militernya. Prabowo Subianto dan pemerintah Indonesia harus bertanggung jawab atas kejadian tersebut,” ujarnya.
Peristiwa serangan terhadap warga sipil di Distrik Melagi bukan yang pertama.
Pada Minggu, 5 Oktober 2025, seorang warga sipil bernama Mayu Walia dilaporkan meninggal dunia akibat tembakan aparat TNI Non Organik, sementara seorang lainnya, Yoban Walia, ditangkap dan hingga kini keberadaannya belum diketahui.Insiden tersebut menyebabkan lima gereja dan enam desa di Distrik Malagai melakukan pengungsian. Gereja yang terdampak antara lain Gereja Wenabunggu, Mbu, Yuki, Kewagi, Pelena, dan Gunumbo. Sedangkan desa yang mengungsi meliputi Wenabungu, Mbu, Yigemili, Kewagi, Wabiragi, dan Gunumbo. Pengungsian dimulai sejak Minggu pagi, 5 Oktober 2025, setelah terjadi penembakan dari udara menggunakan helikopter yang kemudian dilanjutkan dengan tembakan aparat TNI Non Organik terhadap warga sipil. (Red)
![]()

More Stories
Launching Administrasi Festival Budaya Lembah Baliem ke-34 Dimulai
Dinsos Maybrat Salurkan Bantuan Kemensos bagi Warga Terdampak Konflik Sosial di Kampung Sori
Bupati dan Wakil Bupati Syukuran Bersama Warga Tailarek, Luncurkan Program Jayawijaya Terang termasuk Rumah Guru dan Kesehatan