DETIKPAPUA.COM | TIMIKA ;- Maritim Muda Papua Tengah dengan tegas mendorong peningkatan pelayanan pendidikan di wilayah pesisir dan pedalaman Papua. Momentum Rapat Koordinasi (Rakor) Pimpinan Daerah se-Tanah Papua di Timika dinilai harus menjadi titik balik untuk membenahi sektor pendidikan secara menyeluruh dan nyata.
Rakor tersebut tidak boleh hanya menjadi agenda seremonial atau pertemuan rutin tahunan. Jika pemerintah daerah benar-benar menginginkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat di Tanah Papua, maka prioritas utama pembangunan harus difokuskan pada perbaikan kualitas pendidikan.
Menurut Maritim, berbagai persoalan sosial yang saat ini terjadi — mulai dari kemiskinan, praktik perjudian togel, penambangan tanpa izin (PETI), hingga konflik sosial — berakar dari lemahnya kualitas pendidikan dan belum meratanya akses belajar di berbagai wilayah Papua.
“Pendidikan adalah kunci utama penyelesaian masalah. Pendidikan bukan sekadar salah satu sektor pembangunan, tetapi fondasi masa depan masyarakat Papua,” tegas pernyataan tersebut.
Dalam momentum Rakor di Timika, pemerintah daerah juga didorong untuk mempertegas penggunaan Dana Otonomi Khusus (Otsus), khususnya bagi sektor pendidikan.
Selama ini, alokasi Dana Otsus dinilai masih banyak terserap untuk belanja operasional, rapat-rapat, dan pengeluaran administratif lainnya, sementara dampak nyata bagi masyarakat di kampung-kampung belum dirasakan secara maksimal.
Karena itu, Maritim meminta agar minimal 30 persen Dana Otsus dialokasikan secara khusus dan langsung untuk pengembangan pendidikan hingga ke tingkat kampung.
Kondisi nyata di lapangan, khususnya di wilayah perbatasan Kabupaten Nabire dan Kabupaten Kaimana, masih menunjukkan banyak kekurangan.
Salah satu contohnya adalah SD YPK Bethel di Kampung Persiapan Simbokeri, Distrik Yaur, Kabupaten Nabire. Sekolah tersebut masih menghadapi berbagai keterbatasan, seperti:
- Pembangunan fisik gedung sekolah yang belum layak atau belum selesai
- Minimnya fasilitas belajar dan perabot sekolah
- Kekurangan tenaga pendidik serta perlunya peningkatan kualitas guru
Situasi serupa juga dialami banyak sekolah lain di wilayah pesisir dan pedalaman Papua.
Untuk mempercepat kemajuan pendidikan di Tanah Papua, ada tiga langkah utama yang dinilai wajib segera dilakukan pemerintah, yaitu:
- Percepatan pembangunan fisik sekolah serta pemenuhan fasilitas dan perabot belajar
- Penambahan jumlah guru, pemerataan tenaga pendidik, serta peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru
- Pengawasan ketat penggunaan Dana Otsus agar tepat sasaran hingga ke kampung dan tidak habis untuk biaya administrasi semata
Maritim menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang menentukan masa depan generasi Papua. Jika pembenahan dilakukan mulai sekarang, maka kemiskinan dapat ditekan, kesejahteraan masyarakat meningkat, dan Tanah Papua mampu melangkah sejajar dengan daerah lain di Indonesia.(*)
![]()

More Stories
Launching Administrasi Festival Budaya Lembah Baliem ke-34 Dimulai
Dinsos Maybrat Salurkan Bantuan Kemensos bagi Warga Terdampak Konflik Sosial di Kampung Sori
Bupati dan Wakil Bupati Syukuran Bersama Warga Tailarek, Luncurkan Program Jayawijaya Terang termasuk Rumah Guru dan Kesehatan