20 Agustus 2026

DETIK PAPUA

Berita Papua Terkini

Proyek SEHARI MAYBRAT Hadir Perkuat Implementasi Sekolah Sepanjang Hari di Yumases Maybrat.

DETIKPAPUA.COM: Maybrat – Upaya mendukung pelaksanaan Sekolah Sepanjang Hari (SSH) di Kabupaten Maybrat terus diperkuat melalui Proyek Perubahan SEHARI MAYBRAT (Sekolah Holistik, Adaptif, Ramah, dan Inovatif) yang digagas Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Maybrat, Hendrik Frasawi.

Program tersebut merupakan salah satu inovasi yang diusung Hendrik Frasawi dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) yang diselenggarakan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI.

Sosialisasi proyek perubahan berlangsung di SD YPK Ebenhaeser Yukase, Distrik Ayamaru Utara, Senin (3/8/2026). Program ini akan diterapkan selama tiga bulan pada sejumlah sekolah dasar di wilayah Yumases Raya dan Mare Raya, dengan SD YPK Ebenhaeser Yukase ditetapkan sebagai sekolah inti.

Inovaso Proyek Perubahan SEHARI MAYBRAT mendapat sambutan positif dari berbagai pemangku kepentingan, mulai dari kepala distrik, kepala kampung, tokoh masyarakat, para guru, hingga unsur pendidikan yang hadir. Dukungan terhadap program tersebut disampaikan melalui berbagai testimoni sebagai bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Maybrat.

Turut hadir dalam kegiatan itu Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Maybrat yang memberikan sosialisasi mengenai layanan BPJS Kesehatan kepada peserta. Hadir pula Akademisi Universitas Papua, Herman W. Tubur, yang juga menjadi panitia pelaksana Program Sekolah Sepanjang Hari di Kabupaten Maybrat.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Maybrat, Hendrik Frasawi, mengatakan Proyek Perubahan SEHARI MAYBRAT dirancang untuk membangun sistem pendidikan yang lebih komprehensif melalui pembelajaran sepanjang hari yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga pembentukan karakter, kesehatan, budaya lokal, serta pengembangan potensi peserta didik.

“SEHARI MAYBRAT kami rancang sebagai model pendidikan yang holistik, adaptif, ramah, dan inovatif. Program ini diharapkan mampu meningkatkan mutu pendidikan dasar sekaligus membentuk karakter dan kompetensi generasi muda Maybrat agar siap menghadapi tantangan masa depan,” ujar Hendrik Frasawi.

Ia menjelaskan, pada tahap awal atau jangka pendek selama 0–60 hari, fokus program meliputi pembentukan tim efektif, penetapan sekolah percontohan, penyusunan Peraturan Bupati, SOP dan pedoman pelaksanaan, sosialisasi kepada para pemangku kepentingan, penyediaan sarana dasar sekolah, implementasi awal pembelajaran, hingga penyusunan sistem monitoring dan evaluasi.

Selanjutnya pada jangka menengah, yakni 60 hari hingga satu tahun, program diarahkan untuk meningkatkan waktu belajar efektif, memperkuat literasi dan numerasi, membangun pendidikan karakter, mengintegrasikan budaya lokal Maybrat dalam pembelajaran, meningkatkan kapasitas guru, mengembangkan sekolah produktif, memperluas partisipasi masyarakat, serta memperkuat regulasi daerah.

Sementara dalam jangka panjang selama satu hingga dua tahun, SEHARI MAYBRAT ditargetkan menjadi model Sekolah Sepanjang Hari yang berkelanjutan. Program ini juga diharapkan mampu meningkatkan mutu pendidikan dasar, memperkuat pelestarian budaya lokal, membangun ekosistem pendidikan kolaboratif, menghadirkan sekolah unggulan percontohan di Papua Barat Daya, pemerataan mutu pendidikan, menekan angka putus sekolah, serta melahirkan generasi Maybrat yang unggul dan kompetitif.

Menurut Hendrik, penerapan program juga memberikan berbagai manfaat bagi peserta didik, di antaranya meningkatkan kualitas pembelajaran melalui waktu belajar yang lebih efektif, membentuk karakter positif, meningkatkan kesehatan dan kebugaran, mendukung pemenuhan gizi seimbang, mengembangkan bakat dan minat siswa, mempererat kolaborasi antara sekolah, orang tua, masyarakat dan pemerintah, meningkatkan prestasi akademik, serta mendorong kemandirian dan keterampilan hidup sejak dini.

“Kami ingin anak-anak Maybrat tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, sehat, kreatif, mencintai budaya daerah, dan mampu bersaing di masa depan. Untuk mewujudkan itu diperlukan dukungan seluruh pihak,” katanya.

Ia mengatakan, Pada tahap awal implementasi, Proyek Perubahan SEHARI MAYBRAT akan diterapkan di enam sekolah dasar yang berada di wilayah Yumases Raya, yakni SD YPK Ebenhaeser Yukase, SD Negeri Mapura, SD Negeri 20 Sire, SD Negeri 16 Suwiam, SD Negeri Bawi, serta satu sekolah dasar lainnya yang masuk dalam kawasan program. Total peserta didik yang menjadi sasaran program mencapai sekitar 123 siswa.

Dukungan terhadap program tersebut juga disampaikan pemerintah distrik di wilayah Yumases Raya. Kepala Distrik Ayamaru Utara Timur, Anace Jitmau, yang mewakili lima kepala distrik di wilayah Yumases Raya, menegaskan pihaknya bersama seluruh kepala kampung siap mendukung penuh pelaksanaan Proyek Perubahan SEHARI MAYBRAT.

“Pada prinsipnya kami, lima kepala distrik dan seluruh kepala kampung di wilayah Yumases Raya, mendukung sepenuhnya pelaksanaan SEHARI MAYBRAT sebagai program Sekolah Sepanjang Hari,” ujar Anace Jitmau.

Menurut Anace, penerapan model Sekolah Sepanjang Hari sudah layak diterapkan di Yumases Raya. Tiga zona lainnya di Kabupaten Maybrat telah lebih dahulu melaksanakan pola pembelajaran serupa sehingga wilayah Yumases Raya juga perlu memperoleh kesempatan yang sama untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah distrik, pemerintah kampung, tenaga pendidik, orang tua, dan masyarakat terus diperkuat agar pelaksanaan program berjalan optimal serta memberikan dampak positif bagi peningkatan mutu pendidikan di wilayah tersebut.

Pewarta: Charles Fatie

Loading

Facebook Comments Box