Fakfak – Nama Peter Letsoin bukan sosok asing di dunia sepak bola Kabupaten Fakfak. Lebih dari empat dekade, ia mendedikasikan hidupnya sebagai pemain, pelatih, manajer, wasit, hingga pengelola kompetisi. Kini, Peter Letsoin maju sebagai Calon Ketua Umum PSSI Kabupaten Fakfak dengan visi besar membangun sepak bola daerah yang berprestasi, profesional, dan berkelanjutan.
Pengabdian Peter Letsoin dimulai sejak tahun 1983, ketika ia bergabung dengan Klub AGFO 83 (Deptan) hingga 1985. Pada periode yang sama, ia juga memperkuat Persifa Junior (Remtar) pada 1984–1985, sebelum melanjutkan karier sebagai pemain Diesel FC 86 pada 1986–1994.
Puncak karier sebagai pemain terjadi pada tahun 1990, saat ia memperkuat Persifa Fakfak Divisi II Zona Wilayah Irian Jaya di Jayapura. Tak hanya berhenti sebagai pemain, Peter Letsoin juga dipercaya sebagai manajer dan pelatih Diesel FC 86, dan sukses membawa tim meraih juara turnamen antar klub se-Kabupaten Fakfak dalam rangka HUT RI ke-50.
Kontribusinya berlanjut sebagai asisten pelatih Persifa, yang berhasil meraih juara Divisi II Zona Irian Jaya. Pada tahun 1999, Peter Letsoin mendirikan Klub Torea Putra FC, yang kemudian mencatat prestasi sebagai runner-up Divisi II Pengcab PSSI Fakfak tahun 2002.
Ia juga tercatat pernah memperkuat Persimer Merauke dan meraih juara turnamen HUT Kota Montri, Papua Nugini tahun 1995, serta melatih dan mendampingi Persifa di berbagai level kompetisi regional Papua dan Papua Barat.
Tak banyak figur sepak bola daerah yang memiliki pengalaman selengkap Peter Letsoin. Ia aktif sebagai wasit selama 27 tahun (1987–2014) dan terlibat langsung dalam pengelolaan kompetisi PSSI Fakfak di berbagai periode kepengurusan.
Peter Letsoin juga menduduki jabatan bagian kompetisi dan turnamen Pengcab/Askab PSSI Fakfak pada periode:
-
2000–2004
-
2011–2015
-
2021–2025
Puncaknya, ia dipercaya sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Askab PSSI Kabupaten Fakfak sejak 24 April hingga 31 Desember 2025.
Dalam pencalonannya sebagai Ketua Umum PSSI Fakfak, Peter Letsoin mengusung visi: “Mewujudkan tata kelola sepak bola Kabupaten Fakfak yang berprestasi, profesional, dan berkelanjutan.”
Visi tersebut diterjemahkan dalam misi utama, antara lain:
-
Mengaktifkan kembali kompetisi resmi PSSI Fakfak secara berjenjang, dari usia dini hingga senior, termasuk sepak bola wanita
-
Memperkuat pembinaan SSB dan klub anggota
-
Meningkatkan kualitas pelatih, wasit, dan pengawas pertandingan
-
Mewujudkan tata kelola PSSI Fakfak yang transparan dan profesional
Peter Letsoin menegaskan bahwa fondasi sepak bola Fakfak harus dimulai dari kampung dan distrik. Ia menyiapkan program prioritas seperti:
-
Menggelar kembali Liga PSSI Kabupaten Fakfak secara berjenjang
-
Talent scouting dan pembinaan usia dini yang terstruktur
-
Peningkatan SDM melalui kursus dan lisensi pelatih, wasit, dan perangkat pertandingan
-
Sinergi dengan pemerintah daerah, dewan adat, dunia usaha, dan klub untuk pembangunan infrastruktur lapangan mini
-
Kerja sama dengan klub profesional dan Asosiasi Futsal Fakfak
Jika dipercaya memimpin PSSI Fakfak, Peter Letsoin menargetkan langkah konkret sejak tahun 2026, di antaranya:
-
Seleksi terbuka pemain untuk mengikuti Liga 4
-
Mengikuti Liga 4 Papua Barat di Manokwari
-
Menata ulang dan mengaktifkan kembali klub-klub anggota
-
Menyelenggarakan kompetisi usia muda dan sepak bola wanita
-
Menggelar kursus pelatih, wasit, perangkat pertandingan, dan tenaga medis
Peter Letsoin mengusung moto: “Satu Hati, Satu Tujuan Membangun Sepak Bola Fakfak.”
Menurutnya, sepak bola Fakfak hanya bisa maju dengan kerja nyata, konsistensi, dan kebersamaan, bukan sekadar janji. Ia menegaskan siap menang maupun kalah, dan berkomitmen tetap mengabdi demi kemajuan sepak bola daerah.
“Sepak bola maju, prestasi untuk daerah. Mengabdi, membangun, dan menjaga sepak bola Fakfak,” tutup Peter Letsoin.
![]()

More Stories
KONI Nduga Gelar Musorkab, Bupati Beon : Harus Ada Atlit Dari Nduga Yang Muncul Di PON XXI NTT-NTB 2028
Wamena United vs Persigubin: Babak Pertama Masih Tanpa Gol
Bupati Jayawijaya Ajak ASN Berdoa Demi Perdamaian Dunia dan Tegaskan Realisasi DPA