NABIRE, DETIKPAPUA.COM — Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah terus memperkuat kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya dalam penanganan HIV dan Tuberkulosis (TB).
Upaya tersebut dilakukan melalui Clinical Mentoring Evaluation Meeting yang digelar di Hotel Mahavira 2, Nabire, Kamis (20/8/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum untuk mengevaluasi sekaligus meningkatkan mutu pelayanan HIV dan TB yang terintegrasi, terutama bagi tenaga kesehatan yang berada di lini terdepan pelayanan Puskesmas.
Kegiatan tersebut mendapat dukungan Global Fund dan dihadiri jajaran Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire, serta para pengelola program fasilitas pelayanan kesehatan.
Clinical Mentoring Evaluation Meeting tidak hanya menjadi forum evaluasi, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat kapasitas tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan yang komprehensif.
Sejumlah hal menjadi perhatian utama, mulai dari deteksi dini HIV dan TB, penguatan strategi Test and Treat, pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT), hingga optimalisasi jejaring sembilan Puskesmas Perawatan, Dukungan dan Pengobatan (PDP) di Kabupaten Nabire.
Integrasi pelayanan HIV dan TB dinilai sangat penting karena penderita HIV memiliki risiko lebih tinggi mengalami koinfeksi TB. Karena itu, sinergi dalam pemeriksaan, rujukan, pengobatan, hingga pencatatan sesuai standar nasional harus terus diperkuat.
“Keberhasilan program HIV tidak cukup hanya dengan menemukan kasus. Kita harus memastikan setiap orang dengan HIV mendapatkan pelayanan yang berkesinambungan, dan paling penting adalah adanya perubahan serta perbaikan pelayanan secara nyata setelah kegiatan evaluasi ini,” tegas dr. Agus.
Melalui kegiatan tersebut, Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pencapaian target global 95-95-95 secara terukur.
Target tersebut membutuhkan pelayanan yang tidak berhenti pada penemuan kasus, tetapi dilanjutkan dengan memastikan pasien memperoleh pengobatan dan mendapatkan pemantauan secara berkesinambungan.
Karena itu, penguatan kapasitas tenaga kesehatan dan jejaring layanan menjadi bagian penting dalam memastikan pasien tetap berada dalam sistem pelayanan kesehatan.
Ke depan, seluruh Puskesmas yang tergabung dalam jaringan PDP di Kabupaten Nabire diharapkan mampu secara konsisten meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Pelayanan tidak hanya dituntut semakin bermutu dan mudah diakses, tetapi juga harus bebas dari stigma dan diskriminasi.
Dinas Kesehatan Papua Tengah juga menekankan pentingnya memastikan pasien tetap mendapatkan pengobatan secara berkelanjutan sehingga tidak ada yang terputus dari layanan.
Dengan penguatan koordinasi dan evaluasi secara berkala, layanan HIV dan TB di Papua Tengah diharapkan semakin responsif, terintegrasi, dan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesehatan masyarakat.(*)
![]()

More Stories
Samuel Sauwyar Tokoh Intelektual Sarmi Soroti Penggunaan Dana Otsus di Kabupaten Sarmi
Dana Otsus Belum Cair, Sekda Maybrat: Terlalu Banyak Sistem yang Mengatur
Okto Sineri: Data OAP Jadi Kunci Perencanaan Pembangunan dan Ketepatan Dana Otsus