DETIKPAPUA.COM;- Nabire – Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, Persatuan Perempuan Nusantara Papua Tengah menggelar Diskusi Publik bertema “Perempuan Papua Tengah Mengamalkan Pancasila Menjaga Indonesia dalam Keberagaman” di Aula RRI Nabire, Kabupaten Nabire, Senin (1/6/2026). Kegiatan yang dipimpin Ketua Persatuan Perempuan Nusantara Papua Tengah, Adriana Sahempa, tersebut diikuti sekitar 200 peserta dari berbagai unsur masyarakat dan organisasi perempuan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten III Bidang Administrasi Umum Provinsi Papua Tengah Viktor Fun, S.Sos., M.Si., Kapten Inf Agus Pranoto selaku Pasi Pers Kodim 1705/Nabire, Ketua Persatuan Perempuan Papua Kabupaten Nabire Oktovina Woromboni, Akademisi sekaligus Narasumber Dr. Beatrix Antonita Mambor, S.Sos., M.Si., M.Div., M.Pd., serta anggota Persatuan Perempuan Nusantara Papua Tengah.
Kegiatan diawali dengan registrasi peserta, doa bersama, serta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Dalam kesempatan tersebut, Viktor Fun membacakan sambutan Gubernur Papua Tengah yang menegaskan bahwa Hari Lahir Pancasila merupakan momentum untuk memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai dasar negara sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Dalam sambutannya disampaikan bahwa perempuan memiliki posisi strategis sebagai penjaga harmonisasi sosial, pelestari budaya, sekaligus penguat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Papua Tengah. Selain itu, perempuan dinilai memiliki peran penting dalam membangun karakter generasi muda melalui penanaman nilai kejujuran, tanggung jawab, toleransi, dan semangat kebangsaan yang berlandaskan Pancasila.
Diskusi publik kemudian dibuka secara simbolis oleh Viktor Fun dan dilanjutkan dengan pemaparan materi dari para narasumber. Adriana Sahempa dalam materinya menekankan bahwa perempuan merupakan garda terdepan dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila, terutama melalui lingkungan keluarga sebagai tempat pertama pembentukan karakter anak.
Menurutnya, pengamalan Pancasila harus diwujudkan dalam tindakan nyata sehari-hari, seperti menanamkan nilai keimanan, menghormati perbedaan, membangun budaya musyawarah, menjaga persatuan, serta menumbuhkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial. Ia juga mengajak seluruh perempuan Papua Tengah untuk bersatu dan aktif berkontribusi dalam pembangunan daerah dengan tetap berlandaskan nilai-nilai luhur Pancasila.
Sementara itu, Akademisi Dr. Beatrix Antonita Mambor menyoroti semakin terbukanya ruang partisipasi perempuan Papua dalam berbagai sektor pembangunan. Menurutnya, perempuan Papua saat ini telah menunjukkan kualitas sumber daya manusia yang mampu bersaing dan berkontribusi di bidang pendidikan, pemerintahan, politik, maupun organisasi kemasyarakatan.
Ia juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi dan media sosial membawa tantangan tersendiri terhadap penguatan nilai-nilai kebangsaan. Oleh karena itu, perempuan sebagai pendidik utama dalam keluarga memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan generasi muda tetap memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Pada sesi berikutnya, Ketua Aliansi Perempuan Papua Kabupaten Nabire, Oktovina Woromboni, menyampaikan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila sejatinya telah lama hidup dalam budaya masyarakat Papua. Semangat gotong royong, kebersamaan, penghormatan terhadap sesama, serta kepedulian sosial merupakan bagian dari kehidupan masyarakat adat yang perlu terus dipertahankan dan diwariskan kepada generasi muda.
Ia juga menyoroti pentingnya kesetaraan kesempatan bagi perempuan dalam bidang pendidikan, ekonomi, politik, dan kepemimpinan. Menurutnya, dukungan kebijakan dan pemberdayaan perempuan sangat diperlukan agar perempuan Papua dapat berkontribusi lebih besar dalam pembangunan daerah dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Melalui diskusi publik tersebut, para peserta diajak untuk terus menghidupkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan keluarga, masyarakat, dan lingkungan kerja sebagai fondasi dalam menjaga persatuan bangsa di tengah keberagaman. Kegiatan ditutup dengan menyanyikan Lagu Tanah Papua, doa bersama, sesi foto bersama narasumber, dan ramah tamah.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar hingga berakhir pada pukul 12.45 WIT. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat peran perempuan sebagai agen perubahan, penjaga nilai-nilai kebangsaan, serta pilar penting dalam mewujudkan Papua Tengah yang harmonis, maju, dan sejahtera.(*)
![]()

More Stories
Pertamina Patra Niaga Perkuat Pengawasan BBM Subsidi Bersama Satgas Lintas Sektoral, Temukan Indikasi Penyalahgunaan di Manokwari
Gubernur John Tabo Lepas Pemuda Pelopor Papua Pegunungan ke DIY Yogyakarta
Fans Jerman Wamena Alihkan Konvoi ke Aksi Bersih Kota