DETIKPAPUA.COM | Nabire – Persatuan Perempuan Nusantara Papua Tengah (P2NPT) menggelar sosialisasi bertajuk “Dari Rumah Ke Medsos, Aksi Nyata Perempuan Nusantara Dukung Program Pemerintah” di Gedung PAR Jemaat Marten Luther Samabusa, Distrik Teluk Kimi, Kabupaten Nabire, Kamis (9/7). Kegiatan yang diikuti sekitar 400 peserta, terdiri atas ibu-ibu dan anak-anak, bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penggunaan media sosial secara bijak sekaligus memperkuat peran perempuan dalam mendukung program pemerintah.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Distrik Teluk Kimi yang diwakili Kepala Seksi Pelayanan Publik, Agustina Awa, S.Sos. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan narasumber yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut. Menurutnya, sosialisasi diharapkan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dalam memanfaatkan media sosial secara positif.
Ketua P2NPT, Adriana Sahempa, S.Pak., memperkenalkan organisasi sebagai wadah yang menghimpun perempuan dari berbagai latar belakang suku, agama, dan daerah di Papua Tengah untuk memperkuat persatuan serta mendukung pembangunan. Ia juga menjelaskan pentingnya media sosial sebagai sarana komunikasi, edukasi, penyebaran informasi, hingga pengembangan usaha masyarakat. Namun demikian, masyarakat diingatkan agar bijak dalam menggunakan media sosial karena masih maraknya penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan dampak negatif akibat penggunaan yang berlebihan.
Narasumber dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah, Ebit Rusali, S.Pd., M.Pd., M.M., mengajak masyarakat menggunakan telepon genggam untuk kegiatan yang bermanfaat serta selalu memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya. Ia juga menjelaskan berbagai program bantuan pendidikan yang diberikan Pemerintah Provinsi Papua Tengah untuk jenjang SMP dan SMA/SMK, serta rencana perluasan bantuan bagi jenjang SD pada tahun mendatang.
Selain itu, Ebit menjelaskan bahwa bantuan pendidikan bagi mahasiswa diperuntukkan bagi mahasiswa yang berkuliah di Papua Tengah dan telah memasuki semester tiga. Ia juga menegaskan bahwa bantuan pendidikan diberikan tanpa membedakan suku maupun asal daerah, dengan mekanisme penyaluran melalui sekolah atau perguruan tinggi.
Dalam sesi dialog, peserta menyampaikan berbagai pertanyaan terkait bantuan pendidikan, beasiswa, kesempatan mengikuti PPG dan PPPK, hingga dukungan pemerintah terhadap siswa berprestasi. Seluruh pertanyaan dijawab langsung oleh narasumber sebagai bentuk keterbukaan informasi kepada masyarakat.
Narasumber kedua, konten kreator Karlos Paisey, mengajak masyarakat, khususnya kaum perempuan, untuk tidak hanya menjadi pengguna media sosial, tetapi juga menjadi penyebar informasi positif yang mendukung pembangunan daerah. Ia menekankan pentingnya menjaga etika dalam bermedia sosial, menghormati privasi orang lain, serta tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Sementara itu, intelektual Papua Tengah, Ones Bonay, S.KM., M.Kes., menekankan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman. Ia mengajak masyarakat menghindari penyebaran konten yang berpotensi memecah belah serta terus menjunjung nilai-nilai persatuan, kesetaraan, dan penghormatan terhadap hak seluruh warga negara.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama, foto bersama, serta pembagian bingkisan kepada peserta. Seluruh rangkaian acara berlangsung aman, tertib, dan lancar.
Melalui kegiatan ini, P2NPT berharap perempuan di Papua Tengah semakin berperan sebagai agen literasi digital, mampu menangkal penyebaran hoaks, serta menjadi mitra pemerintah dalam menjaga persatuan, keamanan, dan kondusivitas masyarakat melalui pemanfaatan media sosial yang bertanggung jawab.(*)
![]()

More Stories
Launching Administrasi Festival Budaya Lembah Baliem ke-34 Dimulai
Dinsos Maybrat Salurkan Bantuan Kemensos bagi Warga Terdampak Konflik Sosial di Kampung Sori
Bupati dan Wakil Bupati Syukuran Bersama Warga Tailarek, Luncurkan Program Jayawijaya Terang termasuk Rumah Guru dan Kesehatan