Nabire, detikpapua – Berdasarkan informasi yang di terima media, pada hari kamis 12 Juni 2025, Polres Dogiyai melakukan patroli dari arah ugapuga menuju ke Moanemani, didalam patrol tersebut diduga anggota polisi dari dari Polres dogiyai kembali melakukan penembakan terhadap masyarakat sipil atas nama jebulon pigai, Umur : 18 tahun , Status : warga sipil, dan Lokasi penembakan di kaimougi kampung deiyapa distrik kamu timur kabupaten dogiyai provinsi Papua Tengah.
Berdasarkan kronoligis yang di terima media, sekitar pukul 14 : 30 waktu papua Kapolres dan pasukannya melakukan patroli mengunakan 8 mobil Avanza berwarna putih, dari arah ugapuga menuju ke Moanemani. Saat itu korban jebulon Pigai bersantai di depan jalan masuk rumah, polisi tanpa tanya langsung melepaskan tembakan senjata api ke arah korban dan tertembak tembus di bagian paha kanan, Mobil Avanza tersebut langsung kabur lari dari tempat kejadian Jebulon pigai, saat ini sedang menjalani perawatan di ruma oleh keluarga.
Ini adalah tindakan yang melanggar hukum karena menembak warga sipil tanpa proses hukum yang jelas dan ini merupakan kasus penembakan di luar hukum yang terus di lakukan oleh pihak militer Indonesia.
Sementra itu Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Alfred Papare saat di Konfirmasi media , sabtu 14 Juni 2025, menjelaskan untuk kejadian Dogiyai itu memang ada penembakan yang dilakukan oleh aparat kepolisian pada saat beliau melintas dilokasi, ujar kapolda”.
Kebutulan rombongan masyarakat yang juga akan turun ke Nabire mereka juga mengikuti, ternyata dititik itu dihadang oleh bebrapa pemudah, yah seperti biasa meraka palak setiap kendaraan jadi memang anggota kita suda sampaikan kalian tidak usah palak-palak kalian pulang saja, jelasnya”.
Tetapi yah biasa dengan menunjukkan mereka memegang parang dan sebagainya yah akhirnya aparat buang tembakan peringatan mereka tidak terima meraka keblakang mereka palakin lagi yang di bagian belakang sampe akhirnya meraka melakukan perlemparan kepada kendaraan teman yang dibagian belakang nah anggota melihat hal itu, anggota juga melihat situasi masyarakat atau mungkin pengemudi yang dibagian belakang rombongan itu merasa terancam sehingga anggota turun dengan mobil melakukan tembakan untuk membubarkan mereka dan mereka melarikan diri, ungkap Kapolda”.
Kapolda juga menjelaskan. Mengenai isu bahwa ada korban akibat tindakan itu, memang sampe hari ini belum ada yang melaporkan atau mungkin yang pergi berobat dirumah sakit. Ini hanya isu yang mereka sampaikan, kalo ada masyarakat yang tertembak yah kalo memang benar ada yah kita berharap juga bisa laporkan identitasnya atau mungkin bisa kita bantu evakuasi untuk ke rumah sakit melakukan pengobatan prinsipnya apa yang dilakukan oleh anggota kami ini untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat yang melintas, ujar kapolda”. (Red)
![]()

More Stories
John NR Gobai Tegaskan Perda Otsus Papua Wajib Dilaksanakan: Jangan Abaikan Hak Orang Asli, Stop Pilih-Pilih Regulasi
TPNPB Yahukimo Klaim Gagalkan Kunjungan Wapres Gibran ke Dekai
Aplikasi SADAR Papua Tengah Diluncurkan, Gubernur Tegaskan Komitmen Satu Data Indonesia