Detikpapua.com : Wamena, – Di tengah sejuknya udara pegunungan dan semangat yang membara, ratusan pemuda dari 14 klasis Gereja Injili di Indonesia (GIDI) Wilayah Bogo berkumpul dalam sebuah retreat rohani yang bukan sekadar acara keagamaan, melainkan sebuah panggilan perubahan. Bertema “Pemuda GIDI Bangkit sebagai Prajurit Kerajaan Surga,” kegiatan ini menjadi titik balik spiritual dan sosial bagi generasi muda Papua Pegunungan.
Retreat yang dipusatkan di Wamena ini bukan hanya menyuguhkan ibadah dan seminar, tetapi juga menjadi ruang refleksi dan komitmen untuk meninggalkan tradisi kekerasan yang selama ini membayangi wilayah pegunungan. Di tengah lantunan pujian dan doa, suara tegas Wakil Gubernur Papua Pegunungan, Ones Pahabol, menggema: “Pemerintah tidak akan bayar lagi. Karena kalau kita bayar, sama saja kita ikut mendukung program iblis.” ujar Wakil Gubernur Papua Pegunungan dalam ibadah pembukaan Reat – Reat Pemuda Gidi Wilayah Bogo di Gereja Gidi Efesus Wamena, Selasa (19/8/25).
Seruan Moral dari Pemimpin Daerah
Pernyataan Pahabol bukan sekadar retorika. Ia menolak keras praktik penyelesaian kasus pembunuhan dengan pembayaran denda, sebuah tradisi yang menurutnya memperpanjang siklus kekerasan dan memperkuat stigma negatif terhadap masyarakat pegunungan.
“Anak-anak muda jangan lagi ikut dalam komunitas kekerasan. Kita harus masuk dalam komunitas yang baik, mengejar hati Tuhan,” ujarnya lantang di hadapan peserta retreat.
Pahabol bahkan menyatakan komitmennya bersama Gubernur Jhon Tabo untuk mendorong lahirnya peraturan daerah khusus yang melarang praktik pembayaran denda atas pembunuhan. Sebuah langkah berani yang menandai perubahan paradigma: dari budaya balas dendam menuju budaya kasih dan pengampunan.
Sinergi Gereja dan Pemerintah
Retreat ini juga menjadi bukti nyata sinergi antara gereja dan pemerintah. Wakil Gubernur memberikan bantuan berupa lima ekor babi, satu ton beras, dan dana sebesar Rp200 juta. Wakil Bupati Jayawijaya, Ronny Elopere, turut menyumbang Rp100 juta dan menyampaikan apresiasinya secara pribadi.
“Pemuda adalah ujung tombak pembangunan gereja sekaligus pembangunan pemerintah. Pemerintah daerah siap mendukung pelayanan pemuda, tanpa membedakan gereja mana pun,” kata Ronny, yang mengaku sangat diberkati oleh kegiatan ini.
Menanamkan Nilai Kristiani, Membangun Masa Depan
Di tengah tantangan sosial dan konflik yang masih menghantui Papua Pegunungan, retreat ini menjadi oase harapan. Ones Pahabol mengajak para pemuda untuk hidup dalam komunitas Tuhan, meneladani kasih dan kebenaran seperti yang dicontohkan di Taman Eden.
“Generasi kita harus sempurna di hadapan Tuhan,” tegasnya, sembari mengajak tokoh adat dan gereja untuk bersama-sama mendidik anak muda agar mengelola hati dengan benar.
Momentum Kebangkitan
Retreat Pemuda GIDI Wilayah Bogo bukan sekadar agenda tahunan. Ia telah menjelma menjadi gerakan moral dan spiritual yang mengusung perubahan. Di tengah nyanyian rohani dan pelukan persaudaraan, lahir tekad baru: bahwa pemuda Papua Pegunungan tidak akan lagi menjadi bagian dari lingkaran kekerasan, melainkan pelopor damai dan pembangunan.
Dan di Wamena, pada hari-hari penuh semangat ini, sejarah sedang ditulis oleh tangan-tangan muda yang berani bermimpi dan bertindak. (AW).
![]()

More Stories
Gubernur Papua Tengah Tegaskan Pendidikan Gratis dan Motivasi Pelajar Lewat Bantuan Laptop
Mahasiswa Yahukimo Desak Hentikan Operasi Militer dan Investasi Masif di Dekai
Disdikpora Dogiyai Resmikan Gedung SD Inpres Pagouda