Detikpapua.com : Wamena – Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekonomi desa melalui kegiatan bertajuk Fasilitasi Pembangunan Usaha Ekonomi Masyarakat dan Pemerintah Desa. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Beliem Pilamo, Wamena, Jumat (12/9), dibuka secara resmi oleh Penjabat Sekretaris Daerah Papua Pegunungan, Drs. Wosuok Demianus Siep, dan dihadiri lebih dari 400 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari delapan kabupaten di wilayah Papua Pegunungan.
Dalam sambutannya, Drs. Wosuok menegaskan bahwa desa merupakan ujung tombak pembangunan daerah yang harus diberdayakan secara maksimal.
“Pemerintah desa bersama masyarakat memiliki peran strategis dalam menggerakkan roda ekonomi lokal, menjaga kearifan budaya, dan menciptakan kesejahteraan dari bawah. Oleh karena itu, penguatan kapasitas ekonomi desa harus menjadi fokus perhatian bersama,” ujar Wosuok.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen Pemprov Papua Pegunungan dalam mendorong kemandirian desa dan memperkuat ekonomi rakyat berbasis potensi lokal. Menurutnya, Pendapatan Asli Desa (PADes) bukan sekadar angka dalam APBDes, melainkan cerminan keberhasilan desa dalam mengelola sumber daya alam, budaya, pariwisata, dan kreativitas masyarakat.
“Saya mengajak seluruh kepala distrik, kepala kampung, dan aparat desa untuk membangun unit usaha desa yang dikelola secara transparan dan profesional, memberi ruang bagi generasi muda untuk berinovasi, serta menjalin kemitraan dengan pelaku usaha dan lembaga keuangan,” tegasnya.
Wosuok juga berharap agar kegiatan ini tidak berhenti sebagai seremoni belaka, melainkan ditindaklanjuti dengan program-program nyata yang menyentuh langsung masyarakat, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan rakyat Papua Pegunungan.
“Semangat kegiatan ini sejalan dengan visi Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Pegunungan untuk mewujudkan provinsi yang Bersinar—Berdaya Saing, Religius, Sinergis, Inovatif, Nyaman, Aman, dan Raharja yang ditopang oleh komponen adat, agama, dan pemerintah sebagai ‘Tiga Tungku’,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Kegiatan, Pendi Jikwa, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan pelatihan dan pendampingan bisnis bagi produk unggulan masyarakat desa, serta memperkuat PADes melalui kemitraan antara pemerintah desa dan pelaku ekonomi lokal.
“Kami ingin membangun kapasitas masyarakat desa agar mampu mengembangkan usaha ekonomi secara mandiri dan berkelanjutan,” kata Pendi.
Dengan semangat kolaborasi dan pemberdayaan, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal yang konkret dalam membangun Papua Pegunungan dari kampung, demi mewujudkan kesejahteraan yang inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat. (AW).
![]()

More Stories
DPW Partai NasDem Papua Tengah Resmi Dilantik, Natalis Tabuni Nahkodai Kepengurusan
Cuaca Nabire Dipengaruhi Musim Peralihan, Potensi Hujan Masih Tinggi
Mahasiswa Yahukimo Desak Hentikan Operasi Militer dan Investasi Masif di Dekai