9 Oktober 2026

DETIK PAPUA

Berita Papua Terkini

Pemkab Maybrat Launching Panen Raya Kacang Tanah dan Jagung Kelompok Tani Frasa di Susumuk

MAYBRAT, DETIKPAPUA.COM — Pemerintah Kabupaten Maybrat melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan menggelar launching panen raya kacang tanah dan jagung hasil pengembangan Kelompok Tani Frasa di Kampung Susumuk, Distrik Aifat, Selasa (25/8/2026).

Panen perdana ini menjadi salah satu bentuk keberhasilan pengembangan komoditas pertanian sekaligus mendorong masyarakat Maybrat untuk terus mengembangkan sektor pertanian sebagai sumber pangan dan penghasilan keluarga.

Kelompok Tani Frasa beranggotakan sekitar 15 orang yang sebagian besar memiliki hubungan keluarga dekat. Lahan pertanian kelompok tersebut berada sekitar satu kilometer dari Kampung Susumuk dan berdekatan dengan jalan utama sehingga mudah dijangkau.

Kegiatan panen dipimpin Kepala Bidang Pertanian dan Perkebunan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Maybrat, Zarles Semunya, mewakili Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan. Hadir pula sejumlah kepala seksi dan staf Dinas Pertanian dan Perkebunan.

Di bawah cuaca cerah dan terik matahari, proses panen berlangsung tertib. Sebagai bentuk dukungan sekaligus pemacu semangat bagi para petani, Dinas Pertanian dan Perkebunan memberikan stimulan berupa uang tunai yang diserahkan Zarles Semunya kepada Ketua Kelompok Tani Frasa, Yonatan Atanay.

Zarles Semunya menyampaikan apresiasi kepada Kelompok Tani Frasa yang telah berhasil mengembangkan komoditas kacang tanah dan jagung.

“Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Maybrat mengapresiasi petani Kelompok Tani Frasa di Kampung Susumuk. Hari ini kita panen bersama kacang tanah dan jagung. Kacang tanah menjadi salah satu komoditas utama yang dikembangkan, sementara jagung ditanam sebagai komoditas selingan,” ujar Zarles.

Menurutnya, pengembangan komoditas pertanian di Maybrat terus didorong melalui berbagai program, termasuk dukungan yang bersumber dari Otonomi Khusus (Otsus).

“Tahun ini kami mengembangkan berbagai komoditas, terutama kacang-kacangan, sayur-sayuran dan umbi-umbian. Hari ini kita melihat salah satu hasilnya melalui panen kacang tanah di Kelompok Tani Frasa,” katanya.

Zarles juga menyampaikan permohonan maaf karena pembinaan secara langsung kepada kelompok tani belum dapat dilakukan secara maksimal akibat kondisi dan efisiensi anggaran.

“Kami juga memohon maaf karena selama ini belum bisa datang memberikan pembinaan secara maksimal, seperti penyiangan gulma dan pembinaan lainnya. Kondisi anggaran membuat dukungan dilakukan secara bertahap. Namun, bantuan yang diberikan hari ini jangan dilihat dari besar atau kecilnya. Kami ingin bantuan ini menjadi rangsangan agar petani terus bersemangat mengembangkan usaha pertanian,” tuturnya.

Ia menilai semangat bertani sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Maybrat secara turun-temurun. Karena itu, pemerintah daerah bersama masyarakat perlu terus menjaga dan mengembangkan potensi tersebut.

“Kita sama-sama orang Maybrat. Bertani sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sejak dahulu. Pengembangan kacang-kacangan, umbi-umbian dan sayur-sayuran bukan sesuatu yang asing bagi masyarakat Maybrat. Tinggal bagaimana kita terus mengembangkan dan meningkatkan hasilnya,” ujarnya.

Zarles juga memberikan apresiasi kepada jajaran Dinas Pertanian dan Perkebunan yang tetap hadir mendampingi masyarakat dalam kegiatan tersebut.

“Terima kasih kepada kepala seksi, staf dan bendahara yang hari ini tetap hadir bersama masyarakat. Siapa lagi yang akan datang dan membina petani Maybrat kalau bukan kita sendiri yang peduli kepada masyarakat dan petani yang ada di Maybrat,” katanya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Frasa, Yonatan Atanay, menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pertanian dan Perkebunan atas respons dan dukungan yang diberikan kepada kelompoknya.

“Kami berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan mendapat respons yang baik. Dukungan tersebut membuat kami bersama masyarakat semakin bersemangat mengembangkan kacang tanah dan jagung. Ini menjadi tahap awal bagi kami untuk terus menanam dan mengembangkan usaha pertanian,” kata Yonatan.

Ia mengatakan bantuan bibit yang diterima kelompok menjadi modal awal untuk melakukan penanaman hingga akhirnya menghasilkan panen yang dilakukan pada hari tersebut.

“Bantuan awal berupa bibit sudah kami tanam, kemudian kami rawat dan hari ini hasilnya sudah bisa dipanen. Kurang lebih sudah tiga bulan lebih kami mengerjakan lahan ini, dan hari ini kami bisa panen jagung bersama kacang tanah,” ujarnya.

Yonatan berharap keberhasilan panen perdana Kelompok Tani Frasa dapat menjadi contoh dan motivasi bagi masyarakat lainnya untuk kembali mengembangkan sektor pertanian.

“Bantuan yang diberikan dinas, meskipun tidak besar, terus menambah semangat kami. Kami berharap masyarakat lain juga bisa melihat hasil ini sebagai motivasi untuk bekerja di bidang pertanian dan mengembangkan usaha mereka masing-masing,” tutupnya.

Pewarta: Charles Fatie

Loading

Facebook Comments Box