20 Januari 2026

DETIK PAPUA

Berita Papua Terkini

Pemerintah Tidak Peduli ? MRP Papua Soroti Ketidak Hadiran Dalam Pelatihan SDM OAP Selama Dua Hari Di Wamena

Pemerintah Abai! Tidak Hadir dalam Pelatihan SDM OAP di Wamena”

DETIKPAPUA.COM : WAMENA – Kekecewaan mendalam disampaikan Anggota Majelis Rakyat Papua (MRP), Fibiolla Irianni Ohe, terhadap ketidakhadiran pemerintah provinsi Papua Pegunungan dan pemerintah daerah Jayawijaya dalam pelatihan pengembangan diri SDM Orang Asli Papua (OAP) di Wamena, Jumat (16/5/25).

Foto Bersama Usai Menutup Pelatihan Pengembangan Diri SDM OAP Bersama Kaka Jose

Menurutnya, pembangunan Papua Pegunungan tidak akan maju tanpa investasi serius pada SDM, namun absennya pemerintah menunjukkan kurangnya komitmen terhadap masa depan OAP.

Dengan suara bergetar, Fibiolla menyatakan sejak lama Wamena menjadi tempat pelayanannya. Namun, ketidakhadiran pemerintah dalam kegiatan ini membuatnya merasa sedih dan bertanya-tanya tentang nasib generasi Papua ke depan.

“Hari ini saya menangis karena pemerintah tidak hadir. Jika mereka terus abai, bagaimana masa depan orang Papua?”ujarnya ppenh sedih.

Menurutnya, SDM yang kuat dan memiliki soft skill adalah fondasi utama kemajuan daerah. Ia menegaskan bahwa meski pemerintah tidak hadir, Tuhan tetap menyertai, dan masyarakat harus tetap optimis dalam membangun Papua Pegunungan.

“Orang Papua itu hebat dan luar biasa! Kita punya masa depan, walaupun sendiri. Kita semua jatuh dan bangun, tapi tidak boleh menyerah,” tambahnya.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada panitia serta Anggota DPRP Papua Pegunungan, Fransina Daby, yang telah menjadi donatur utama dan memastikan kelangsungan acara ini.

“Saya sudah mencoba menghubungi pemerintah agar melihat kegiatan ini, tetapi tidak ada satu pun yang datang. Adik-adik butuh support! Ke depan, kita harus berkomitmen pada pelatihan-pelatihan demi kemajuan orang asli Papua,” tegasnya.

Sementara itu, Kaka Jose, mengungkapkan bahwa Firman Tuhan menjadi pedoman bagi kemajuan OAP.

“Dua hari ini kita melangkah maju. Meski awalnya berjalan lambat, kita tidak boleh mundur ke belakang,”pesannya.

Ia menutup pernyataannya dengan harapan agar Papua Pegunungan semakin maju melalui pengetahuan soft skill yang dimiliki masyarakatnya. (AW)

Loading

Facebook Comments Box