24 Januari 2026

DETIK PAPUA

Berita Papua Terkini

Screenshot

Pemerintah Papua Pegunungan Salurkan Bantuan Rp10 Miliar untuk Gereja Katolik

Detikpapua.com : Wamena – Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan menyalurkan bantuan dana sebesar Rp10 miliar kepada Gereja Katolik Dekenat Papua Pegunungan sebagai bentuk dukungan terhadap pelayanan iman dan pembangunan rumah ibadah di wilayah pegunungan. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Papua Pegunungan, John Tabo, dalam Perayaan Misa Syukur Dekenat Papua Pegunungan yang berlangsung di Monumen Katolik Wesaput, Wamena, Minggu (26/10).

Dalam suasana khidmat dan penuh sukacita, ribuan umat, para imam, biarawan-biarawati, serta pimpinan daerah hadir mengikuti puncak rangkaian kegiatan Pra-Sinode Gereja Katolik Dekenat Pegunungan Tengah. Kegiatan ini telah berlangsung sejak Maret hingga Oktober 2025 sebagai bagian dari persiapan menuju Sidang Sinode Keuskupan Jayapura yang dijadwalkan pada 2 Februari 2026.

Rangkaian Pra-Sinode mengusung tema besar “Refleksi, Aksi, dan Selebrasi”, yang mencakup kegiatan Refleksi Iman, Refleksi Budaya, Aksi Sosial 10 Sinode, Perarakan Salib Sinode, hingga Bazar Pangan Lokal. Misa syukur dipimpin langsung oleh Uskup Keuskupan Jayapura, Mgr. Yanuarius Teofilus Matopai You.

Dalam sambutannya, Gubernur John Tabo menegaskan bahwa bantuan senilai Rp10 miliar yang bersumber dari anggaran daerah tahun 2025 ini merupakan bentuk nyata sinergi antara pemerintah dan gereja dalam membangun masyarakat Papua Pegunungan.

> “Tahun ini kami menganggarkan bantuan untuk Gereja Katolik senilai Rp10 miliar. Jangan melihat besar kecilnya bantuan, tetapi lihatlah kebersamaan dan ketulusan kita,” ujar Tabo di hadapan Uskup, para pastor, suster, bruder, dan umat yang hadir.

Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah dan gereja memiliki peran penting dalam menjaga nilai-nilai adat, iman, dan pemerintahan sebagai tiga pilar utama pembangunan di Papua Pegunungan.

> “Pemerintah bersama Tuhan, bersama gereja, dan bersama adat harus menjaga kebenaran ini. Kita jaga adat, kita jaga Injil, dan kita jaga pemerintahan kita,” tegasnya.

Gubernur juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi Gereja Katolik yang dinilainya telah sejalan dengan visi dan misi pemerintah daerah. Ia menyebut bahwa gereja telah menjadi mitra aktif dalam membangun manusia Papua Pegunungan yang beriman dan berbudaya.

Sebagai provinsi yang baru berdiri, Papua Pegunungan diibaratkan sebagai “bayi yang baru lahir” yang membutuhkan pendampingan dan doa dari berbagai pihak, termasuk Gereja Katolik, agar dapat tumbuh menjadi daerah yang kuat, damai, dan berkeadilan.

Di akhir acara, Gubernur John Tabo secara simbolis menyerahkan bantuan kepada perwakilan Gereja Katolik. Ia menekankan bahwa bantuan tersebut bukan sekadar dukungan material, melainkan simbol persaudaraan dan semangat pelayanan Kristus di tanah Papua Pegunungan. (Red)

Loading

Facebook Comments Box