16 Juni 2026

DETIK PAPUA

Berita Papua Terkini

Pemerintah Daerah Salurkan Bantuan di Wouma, 275 Rumah Terdampak Konflik

DETIKPAPUA.COM : WAMENA – Pemerintah Daerah Jayawijaya turun langsung ke Kampung Logonoba, Distrik Wouma, Jumat (29/5). lokasi terjadinya konflik sosial beberapa hari lalu.

Bantuan berupa bahan makanan, uang tunai, serta tenda darurat disalurkan untuk mendukung masyarakat yang terdampak dan mengaktifkan kembali posko utama di halaman Gereja GKI Elim.

Bantuan yang disalurkan antara lain beras 3 ton, 30 karton supermi, 4 karton minyak goreng, 2 karton sarden, 2 ekor babi, serta uang tunai Rp100 juta. Selain itu, Kodim 1702/Jayawijaya juga memberikan satu tenda besar untuk mendukung aktivitas posko utama.

Bupati Jayawijaya Atenius Murip mengatakan, Bantuan ini ditujukan agar masyarakat pengungsi yang sempat berpindah ke distrik tetangga maupun kota dapat kembali dan memulai aktivitas normal.Data pemerintah menunjukkan sebanyak 275 rumah terdampak: 225 rumah di Distrik Wouma, 25 rumah di Distrik Wamena Kota, dan 25 rumah di Hubikiak . Pendataan dilakukan oleh Dinas Perumahan dan PUPR, yang juga berkoordinasi dengan pengungsi di wilayah sekitar.

Bupati menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk segera melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi.

“Kami tidak tinggal diam. Semua pendataan sudah dilakukan dan akan segera disampaikan kepada pemerintah provinsi serta kementerian terkait.  Menteri Dalam Negeri sudah menunggu untuk langkah lanjut rekonstruksi dan rehabilitasi,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kedamaian di Wamena.

“Wamena ini milik kita semua. Semua suku bangsa ada di sini, dari tujuh kabupaten juga hadir di sini. Mari kita jaga kedamaian bersama. Yang sudah terjadi, kita putuskan, sekarang saatnya membangun yang baru,” tegasnya.

Terkait insiden yang terjadi di Wamabawa, pemerintah memastikan penanganan sudah dilakukan aparat. Tiga pemuda dari Kurima yang terlibat dalam tindak kriminal setelah mengonsumsi minuman keras telah ditangani kepolisian, sementara korban sedang dirawat di rumah sakit.

“Kami mengimbau para pemuda dan masyarakat untuk tidak membawa alat tajam di kota. Dilarang keras. Kejahatan perang sudah selesai, letakkan alat perang itu di rumah. Mari kita fokus pada pembangunan kembali,” kata Bupati.

Dengan adanya posko utama dan dukungan bantuan, pemerintah berharap masyarakat dapat kembali ke kampung masing-masing, menarik barang-barang yang ditinggalkan, dan menyalakan kembali semangat hidup bersama dalam suasana damai. (Red).

Loading

Facebook Comments Box