14 Juli 2026

DETIK PAPUA

Berita Papua Terkini

Pemasangan Kerangka Anjungan (Jacket), Tangguh LNG Wajib Rekrut Tenaga Kerja Lokal Fakfak

Fakfak – Masyarakat di Petuanan Arguni. Kabupaten Fakfak – Papua Barat ingatkan bp Indonesia dan Tangguh LNG agar tidak mengesampingkan tenaga kerja lokal fakfak selama pelaksanaan pemasangan kerangka anjungan (Jacket) pada lokasi UBA dan UBB di Wilayah Kabupaten Fakfak.

Pasal ini diminta langsung oleh Raja Petuanan Arguni. Hanafi Pasupaus dan disuarakan juga oleh Kapitan Andamata. Nafraris Gwas Gas serta Tokoh Pemuda maupun Tokoh Masyarakat, serta Tokoh Perempuan pada wilayah tersebut saat mengikuti kegiatan sosialisasi jelang pemasangan kerangka anjungan (Jacket) pada lokasi UBA dan UBB di Kampung Arguni, Senin, 8 Juni 2026 kemarin dihadapan tim dan manajemen Tangguh LNG.

Mereka satu suara menyampaikan bahwa selain tuntutan adat yang dilayangkan beberapa waktu kemarin soal penggunaan hak ulayat petuanan arguni. Mereka sangat inginkan agar bp indonesia / Tangguh LNG mampu dan wajib memperhatikan tenaga kerja lokal yang ada di wilayah tersebut. Secara sepsifik tidak disebutkan namun seperti pelaksanaan pekerjaan diluar tekhnis menjadi atensi agar tenaga kerja lokal dilibatkan.

Tuntutan ini disuarakan seiring menjelang pelaksanaan pekerjaan pemasangan kerangka anjungan (Jacket) pada lokasi UBA dan UBB. Tentunya seperti Security serta Humas baik yang terlibat diatas kapal maupun yang bisa mengkomunikasikan antar masyarakat, disamping program sosial, pendidikan dan kesehatan serta pembangunan infrasturktur lainya.

Tangguh LNG juga diminta untuk dapat memberdayaan ekonomi masyarakat seperti Koperasi maupun akses pengembangan lainya. Ini semuanya dalam rangka bagaimana membangunan kemitraan yang baik serta mendorong percepatan pembangunan daerah dan masyarakat melalui program-program kemandirian lainya. Masyarakat sangat berharap Tangguh LNG dapat mengkomodir dan memfasilitasi permintaan itu.

Rapa Petuanan Arguni. Hanafi Pauspaus mengatakan. Masyarakat Adat di Petuanan Raja Arguni mendukung dan siap menyukseskan pelaksanaan pemasangan kerangka anjungan (Jacket) pada lokasi UBA dan UBB. Namun Raja Arguni juga minta agar pihak perusahaan tidak luput dan tinggalkan hak – hak masyarakat adat setempat. Salah satu permintaan adalah bagaimana bisa merekrut tenaga kerja lokal di Petuanan Arguni.

“Marilah kita semua mendukung program yang dilakukan oleh bp Migas dan Pemerintah,. Petuanan Raja Arguni tetap mendukung, tetapi saya mengingatkan kepada kalian (Perusahaan maupun Mitra-red) bahwa jangan lupa masyarakat adat petuanan Arguni, segala sesuatu mari kita sama-sama cari jalan keluar, yang terbaik itu bagaiamana dan yang tidak baik bagaimana.

Mari kita sama-sama terbuka, jangan selalu menutup-nutupi apa yang kalian dapatkan dari kami terutama masyarakat petuanan agar kita semua tau, mari kita mendengar apa yang disampaikan oleh pihak bp tangguh. Kita pahami baik-baik, kita pikir baik-baik untuk masa depan generasi penerus atau anak cucu kedepan. kita harus berpikir jangka panjang.”, Tegas Raja Petuanan Arguni. Di Fakfak.

Pada pokoknya yang disampaikan Raja Petuanan Arguni dan masyarakat adat serta aparat kampung setempat adalah. Selama pelaksanaan ini berlangsung. jangan tinggalkan atau lupakan masyarakat adat. Tentunya mereka masyarakat adat ini memberikan dukungan penuh tetapi hak – hak masyarakat adat harus menjadi prioritas sehingga terkesan mereka tidak ditinggalkan. Kedepan hasil dari pelaksanaan kegiatan Migas ini bisa berdampak terhadap daerah tentunya untuk anak cucu mereka.

Jamilah Bauw mewakili Managemen Tangguh LNG menyampaikan bahwa rencana pelaksanaan pemasangan Anjungan (Jacket) pada lokasi UBA dan UBB ditargetkan dalam waktu dekat. Jika semua proses itu lancar-lancar kedepan. kata jamilah, dan proses yang dilakukan adalah proses pemasangan berbagai alat dan fasilitas kebutuhan anjungan (Jacket) pada lokasi UBA dan UBB.

Tentunya untuk aktifitas ini, kata Jamilah Bauw, pihaknya mewakili manajemen bp tangguh akan memperhatikan dan menghargai hak masyarakat adat setempat, kemudian juga tidak terlepas dari dukungan dan peran pemerintah untuk sama-sama bangun kooordinasi yang baik guna menyukseskan pelaksanaan kegiatan pemasangan anjungan (Jacket) UBA dan UBB di wilayah tersebut.

“Jika kedepan ada hal-hal mungkin yang belum mendapatkan satu pemahaman maka kedepan kami komitmen untuk kita sama-sama akan duduk bicarakan lagi agar bisa mendapatkan satu kesepakatan maupun kesepahaman agar program kita atau kegiatan kita bisa berjalan dengan lancar, karena itu kami betul-betul sangat membutuhkan dukungan dari pemerintah daerah maupun distrik, dukungan dari Bapak Raja Petuanan Arguni dan juga dukungan dari LMA Mbarmbar seta masyarakat laus lainya”, Ulas Jamilah Bauw. Mewakili managemen bp Tangguh.

Dijadwalkan pelaksanaan sosialisasi akan berlangsung pada 5 titik yang berbeda di Kabupaten Fakfak, pertama, Senin, 8 Juni 2026 berlokasi di Wilayah Distrik Arguni, kemduian rencana Kamis, 11 Juni 2026 berlokasi di Ibu Kota Distrik Kokas, sementara untuk Distrik Goras dilaksanakan pada 13 Juni 2026. Terkahir di Distrik Tomage. 15 Juni 2026.

Catatan :

Dalam hubungannya dengan masyarakat lokal, bp Indonesia secara khusus menaruh perhatian besar terhadap pengembangan Distrik Arguni melalui berbagai program sosial berkelanjutan yang berfokus pada sektor pendidikan, infrastruktur, dan penguatan ekonomi.

Di sektor ekonomi, bp telah menyerap sekitar 850 ton produk perikanan dari Koperasi Enenem Jaya Arguni sepanjang tahun 2010 hingga 2025 untuk kebutuhan katering Tangguh LNG, sekaligus memberikan bantuan fasilitas pendukung nelayan, pelatihan bagi puluhan pengusaha mikro (UMKM), serta pendampingan produk turunan seperti abon ikan.

Selain memberikan beasiswa dan pendampingan kompetensi bagi guru SD, komitmen jangka panjang bp di Arguni juga diwujudkan melalui pengembangan pembangkit listrik alternatif berkapasitas 150 kWh per hari yang mengaliri berbagai fasilitas publik, fasilitas Rumah Pintar, serta rencana perbaikan jetty (dermaga) masyarakat pada tahun 2026 ini.

Loading

Facebook Comments Box