24 Januari 2026

DETIK PAPUA

Berita Papua Terkini

Terkait Uang di Dispora, Honor Wasit Bupati Cup 2025 Masih Belum Dibayar

Fakfak, detikpapua.com — Turnamen Sepak Bola Piala Bupati dan Wakil Bupati Fakfak Tahun 2025, yang digelar dalam rangka HUT Kota Fakfak ke-125, kini menjadi sorotan publik. Pasalnya, hingga akhir Desember 2025, honor wasit yang bertugas dalam turnamen tersebut dilaporkan belum dibayarkan, meskipun seluruh pertandingan telah rampung.

Turnamen ini diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Fakfak melalui Bidang Kepemudaan dan Olahraga, dan berlangsung sejak 26 Oktober 2025 di Stadion 16 November Fakfak. Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda resmi perayaan hari jadi kota, melibatkan berbagai unsur kepanitiaan dan perangkat pertandingan.

Secara resmi, turnamen ditutup oleh Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, S.Sos., M.AP., pada 5 Desember 2025. Namun, pasca penutupan, sejumlah perangkat pertandingan melaporkan bahwa honor mereka belum diterima, termasuk seorang wasit bernama Kepzi. Ia bahkan mengungkapkan keluhannya melalui media sosial, menyoroti belum dibayarkannya honor, tekanan psikologis selama memimpin pertandingan, serta minimnya perlindungan terhadap wasit.

Ironisnya, selama turnamen, panitia juga menerapkan penarikan karcis masuk sebesar Rp5.000 per penonton. Fakta ini menimbulkan pertanyaan masyarakat terkait transparansi pengelolaan pemasukan kegiatan, apalagi honor wasit sebagai bagian dari biaya operasional wajib belum direalisasikan.

Sorotan masyarakat semakin tajam ketika salah seorang warga, Rian, menilai bahwa terdapat oknum-oknum di Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga yang terlibat dalam kepanitiaan dan harus bertanggung jawab atas persoalan ini. Menurutnya, hal tersebut telah mencoreng nama Bupati dan Wakil Bupati Fakfak, yang secara simbolik menjadi bagian dari turnamen.

Dari sisi tata kelola, keterlambatan pembayaran honor wasit mencerminkan lemahnya manajemen dan akuntabilitas penyelenggaraan event olahraga daerah. Keberhasilan turnamen tidak hanya diukur dari ramainya penonton atau lancarnya pertandingan, tetapi juga dari kepatuhan terhadap komitmen finansial, profesionalisme kerja, serta perlindungan tenaga olahraga.

Hingga berita ini diturunkan, tim redaksi media masih melakukan konfirmasi kepada pihak panitia maupun Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Fakfak untuk mendapatkan klarifikasi terkait realisasi pembayaran honor wasit. (RJL)

Loading

Facebook Comments Box