DETIKPAPUA.COM, MAYBRAT — Pemerintah Kabupaten Maybrat resmi meluncurkan proyek perubahan dan inovasi MAPAN (Maybrat Aman Pangan) sebagai strategi memperkuat ketahanan pangan keluarga melalui pengembangan UMKM pangan lokal.
Launching proyek inovasi yang digagas Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Maybrat, Korneles Naa, tersebut dilakukan Bupati Maybrat Karel Murafer usai upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Alun-Alun Faitmayaf, Senin (17/8/2026).
Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Maybrat Ferdinandus Taa, para asisten, pimpinan dan anggota DPRK Maybrat, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta sejumlah pejabat dan tamu undangan lainnya.
Sebanyak lima UMKM pangan turut berkolaborasi dalam peluncuran MAPAN dengan menampilkan beragam produk pangan lokal dan hasil usaha masyarakat.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Maybrat, Korneles Naa, mengatakan MAPAN dirancang sebagai strategi peningkatan ketahanan pangan keluarga dengan mengintegrasikan UMKM pangan bersama Koperasi Desa Merah Putih, program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta dukungan program Sekolah Sepanjang Hari.
“Hari ini puji Tuhan karena Pak Bupati dan juga Muspida, Forkopimda secara resmi melakukan launching Proyek Inovasi MAPAN, suatu strategi peningkatan ketahanan pangan keluarga melalui peran UMKM pangan terintegrasi dengan Koperasi Desa Merah Putih, makan bergizi gratis, serta dukungan sekolah sepanjang hari di Kabupaten Maybrat,” ujar Korneles.
Menurut Korneles, seluruh tahapan milestone proyek perubahan tersebut telah dijalankan dan launching MAPAN menjadi puncak dari rangkaian kegiatan yang dilaksanakan bertepatan dengan momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Ia menyebutkan, lima UMKM pangan yang terlibat langsung memperlihatkan produk dan usaha masing-masing kepada Bupati Maybrat. Momentum tersebut sekaligus menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pelaksanaan inovasi MAPAN di Kabupaten Maybrat.
“Tadi kita saksikan Pak Bupati melakukan launching dengan lima UMKM pangan yang masing-masing menyediakan produk dan usahanya. Pak Bupati juga menyatakan komitmen dan dukungan penuh sebagai satu proyek atau terobosan inovasi yang akan dilaksanakan di Kabupaten Maybrat ke depan,” katanya.
Perkuat UMKM di Distrik dan Kampung
Korneles menjelaskan, setelah peluncuran, pihaknya akan menyelesaikan administrasi dan mempersiapkan seminar hasil proyek perubahan di LAN Samarinda. Setelah tahapan tersebut, program akan dilanjutkan melalui agenda jangka menengah untuk memperkuat UMKM pangan di berbagai distrik hingga kampung.
“Program inovasi jangka menengahnya kita akan kerjakan untuk bagaimana memperkuat UMKM pangan ini di setiap distrik, beberapa distrik, dan juga 259 kampung serta satu kelurahan,” jelasnya.
Ia juga menyoroti pengembangan Koperasi Desa Merah Putih sebagai salah satu bagian penting dalam ekosistem ketahanan pangan. Lima gedung koperasi yang telah selesai dibangun dan diserahterimakan akan terus didorong agar dapat segera dimanfaatkan.
Menurut Korneles, kampung-kampung yang belum memiliki kesiapan pembangunan koperasi juga akan didorong melalui proyek inovasi MAPAN. Masyarakat kampung diharapkan segera melengkapi berbagai persyaratan, terutama penyediaan lahan.
“Koperasi Desa Merah Putih dan makan bergizi gratis ini adalah satu irisan dengan ketahanan pangan. Untuk mewujudkan integrasi ketiganya bisa berjalan efektif, UMKM pangan Maybrat kita perkuat lebih dahulu,” ujarnya.
Dorong Pangan Lokal Maybrat
Dalam peluncuran MAPAN, masyarakat juga mendapatkan distribusi pangan lokal berupa keladi. Sebanyak dua truk keladi disiapkan dan dibagikan secara gratis kepada masyarakat.
Korneles menyebut keladi merupakan salah satu komoditas khas Maybrat yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai bagian dari ketahanan pangan keluarga.
“Proses itu tadi kita lihat, dua truk pangan lokal berupa keladi yang merupakan komoditas khas Maybrat. Masyarakat dengan antusias antre menerima. Ini bagian dari mendorong konsolidasi ketahanan pangan keluarga melalui upaya pengembangan komoditas pangan lokal di setiap lahan yang tersedia,” tuturnya.
Selain keladi, sejumlah produk pangan lokal lainnya turut diperkenalkan melalui UMKM, mulai dari ikan kar, ayam maru, sayur kar, papeda, kacang merah, kacang tanah, hingga produk olahan keladi seperti keripik.
UMKM pangan strategis juga dilibatkan dalam penyediaan sembako melalui pasar murah. Berbeda dengan keladi yang dibagikan secara gratis, kebutuhan pokok dalam pasar murah ditawarkan dengan harga di bawah harga standar.
UMKM Didorong Lengkapi Legalitas Usaha
Korneles menambahkan, penguatan UMKM pangan tidak hanya dilakukan melalui pemasaran produk, tetapi juga peningkatan legalitas usaha dan akses terhadap berbagai lembaga pendukung.
UMKM akan didorong untuk terintegrasi dengan Bulog serta memiliki akses terhadap beras, gula, minyak goreng dan berbagai kebutuhan pangan lainnya.
“UMKM ini kita dorong untuk terus melengkapi legalitas usahanya, terutama integrasi dengan Bulog, lalu akses beras, gula dan minyak goreng. Pada event-event tertentu kita membuat pasar murah dengan mengundang para mitra UMKM ini untuk datang menjual pangannya dengan harga di bawah standar,” jelasnya.
Pemerintah daerah, kata dia, akan membantu memfasilitasi biaya transportasi serta mendukung margin harga dalam pelaksanaan kegiatan pasar murah.
Korneles menilai langkah tersebut penting untuk membangun pola pikir masyarakat sekaligus menumbuhkembangkan UMKM pangan di seluruh wilayah Maybrat.
“Ini semua rangkaian kegiatan yang kita dorong ke depan untuk membangun mindset masyarakat kita, menumbuhkembangkan UMKM kita di setiap Maybrat ini untuk menyediakan lima model UMKM pangan dalam rangka memperkuat hilirisasi pangan, memperkuat daya beli, kemudian juga membangun ekonomi masyarakat melalui ketahanan pangan,” katanya.
Delapan OPD Didorong Berkolaborasi
Dalam pelaksanaan MAPAN, Dinas Ketahanan Pangan tidak bekerja sendiri. Kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah menjadi salah satu kunci keberlanjutan program tersebut.
Korneles menyebut sedikitnya delapan OPD telah membangun komitmen bersama dalam proses sosialisasi dan konsolidasi program MAPAN.
“Pesan Bupati tadi, kolaborasi antara lintas OPD. Delapan OPD yang selama ini sudah membangun komitmen bersama, sosialisasi, konsolidasi, ini semua sama-sama kita jalankan ke depan,” ungkapnya.
Ia memastikan tahapan utama proyek MAPAN telah memasuki tahap akhir. Selanjutnya, pihaknya akan menyelesaikan beberapa distrik yang masih dalam proses sekaligus melengkapi data dan legalitas UMKM pangan.
“Ini tahap terakhir dari program MAPAN. Beberapa waktu ini kita selesaikan beberapa distrik yang tersisa, tapi efektif sebagian sudah. Data-data UMKM kita sudah serap dari masyarakat, kita tinggal melengkapi aspek legalitas usaha, akses dengan PTSP, Bulog dan lain-lain untuk perizinan, kemudian mereka terus kita bina ke depan,” pungkasnya.
Pewarta: Charles Fatie
![]()

More Stories
Pemkab Jayawijaya Gelar Pelatihan Wirausaha, Dorong Kemandirian Ekonomi Pemuda Lokal
Lintas OPD Maybrat Ikuti Bimtek Sistem Data Pangan, Dukung Program MAPAN
HIPMI Sebut Bencana Tak Seperti Sebelumnya, Butuh Bantuan Semua Pihak dan Pemulihan Makan Waktu 2 Tahun