DETIKPAPUA.COM : WAMENA — Seluruh elemen masyarakat Kwiyawagi yang berdomisili di Wamena, Papua Pegunungan, menggelar aksi penggalangan dana kemanusiaan, Selasa (1/9/2026). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian atas bencana kekeringan dan hujan es yang melanda wilayah Kwiyawagi serta merusak sumber air, lahan pertanian, dan perkebunan warga.

Ketua Tim Bencana Kekeringan dan Hujan Es Kwiyawagi, Eman Telengen, menegaskan bahwa aksi ini merupakan wujud nyata solidaritas masyarakat perantauan untuk membantu warga di kampung halaman yang terdampak hebat.
”Kepedulian kita hari ini adalah harapan bagi mereka yang sedang membutuhkan. Bantuan kemanusiaan sangat dibutuhkan karena proses pemulihan pascabencana alam ini membutuhkan waktu yang cukup lama. Seluruh tanaman dan isi tanah telah kering,” ujar Eman Telengen usai aksi penggalangan dana di Kota Wamena.
Eman memperkirakan proses pemulihan lahan pertanian baru akan selesai pada akhir tahun 2027, sehingga hasil panen masyarakat kemungkinan besar baru bisa dinikmati pada tahun 2028. Untuk menyambung hidup masyarakat selama masa pemulihan panjang tersebut, dukungan dari luar sangat diharapkan.
”Kami mengajak seluruh masyarakat, pemerintah, pihak swasta, organisasi kemasyarakatan, gereja, mahasiswa, pemuda, serta para donatur untuk bersama-sama memberikan dukungan sesuai kemampuan masing-masing. Kwiyawagi memang jauh, tetapi kepedulian kita tidak boleh berjarak,” tegas Eman.
Ia menambahkan bahwa uluran tangan dan doa dari para donatur sangat menentukan keberlangsungan hidup warga yang terdampak. “Mari berbagi untuk keluarga kita di Kwiyawagi. Doa kita menjadi kekuatan dan donasi kita menjadi harapan bagi mereka. Kepedulian kita hari ini menentukan harapan mereka esok hari,” tuturnya.
Meskipun bantuan awal telah disalurkan oleh Kementerian Sosial RI, Pemerintah Daerah Nduga, dan Pemda Lanny Jaya, jumlah bantuan tersebut dinilai masih kurang mengingat besarnya cakupan wilayah dan jumlah warga yang terdampak.
Bencana ini melanda wilayah berpopulasi padat di dua kabupaten, yakni Distrik Utpaga dan Nengeyagin di Kabupaten Nduga, serta Distrik Wanobarat, Kwiyawagi, dan Goa Balim di Kabupaten Lanny Jaya.
![]()

More Stories
Samuel Sauwyar Tokoh Intelektual Sarmi Soroti Penggunaan Dana Otsus di Kabupaten Sarmi
Dana Otsus Belum Cair, Sekda Maybrat: Terlalu Banyak Sistem yang Mengatur
Okto Sineri: Data OAP Jadi Kunci Perencanaan Pembangunan dan Ketepatan Dana Otsus