Detikpapua.com;- Jayapura Badan pengurus Komunitas Pelajar Mahasiswa kabupaten Yahukimo (KPMY) bersama badan pengurus Anpropakos serta 51 Distrik mahasiswa/i kota Studi Jayapura,provinsi Papua, mendesak para kepala dinas pendidikan kabupaten Yahukimo untuk cairkan dana beasiswa pada Sabtu (28/6/2025).
Markus Busub, kordinator lapangan menyampaikan mengamati dengan proses pencairan dan beasiswa yang akan realisasikan dalam jangkauan waktu dekat sehingga kami mahasiswa Yahukimo mengajukan keberatan kepada pemerintah daerah terutama Dinas pendidikan. dengan pertimbangan atas pengalaman yang menjadi dasar utama untuk tidak terjadi insiden kejanggalan akibat dampak negatif terhadap mahasiswa proses berkuliahan,” ujar Markus kepada wartawan melalui telepon WhatsApp.
Busub Mengungkapkan, Kami seluruh mahasiswa Yahukimo sangat keliru terhadap kepala dinas dan sekretariat dinas pendidikan dalam tahapan verifikasi data mahasiswa bahkan validasi data mahasiswa serta proses realisasi dana beasiswa. mahasiswa sebab selubung kami mendapatkan informasi ada dugaan pemotongan beasiswa oleh dinas pendidikan bersama sekretaris dinas pendidikan dalam setiap tahap pencairan beasiswa, maka mahasiswa ajukan Mengkhawatir,” ucapan Markus.
Pihaknya menjelaskan, nilai uang anggaran beasiswa di kabupaten Yahukimo masa kepemimpinan Ones Pahabol,almarhum Abock Busub, Didimus Yahuli, tidak ada berubahan namun Bupati Didimus Yahuli setelah luncurkan surat keputusan (SK) Bupati dalam proses realisasi beasiswa oleh dinas pendidikan nilai uang rendah dan tidak transparan secara terbuka.
“Perbedaan nilai uang yang didapatkan oleh mahasiswa dari masa kepemimpinan Ones Pahabol, dan Abock Busub, hendak memperoleh 2.000.000 (dua juta) semua mahasiswa namun masa kepemimpinan Didimus Yahuli Esau Miram, melalui dinas pendidikan tahap pertama sejak 2021, 1.00.000 ( satu juta) tahap berikut sejak 2023, 500.000 (lima ratus) tahap ketiga 2024 sebagian besar dengan jumlah total 1000 mahasiswa Yahukimo di Jayapura tidak mendapatkan hak mereka,” ungkap Busub.
Ia menegaskan, kini mahasiswa Yahukimo berkuliah tidak hanya universitas namun banyak mahasiswa juga yang di kampus Swasta dan fasilitas akademik secara offline, maka otomatis identitas mahasiswa tidak terdaftar di aplikasi Dikti. sekalipun nama kampus terdaftar di pusat namun seringkali dinas pendidikan verifikasi data melalui aplikasi dan semua mahasiswa yang tidak tercantum nama dalam aplikasi Dikti, dari kampus dicap keluar sesungguhnya Mahasiswa aktif yang layak mendapatkan serius dari pemerintah,” pungkasnya Markus.
Sementara itu, Jekson Pase, Mengungkapkan kini mahasiswa Yahukimo tidak memiliki buku rekening karena setelah tamat SMA cetek kartu tanda penduduk (KTP), setelah KTP dicetak memberikan yang sementara. Aslinya proses waktu yang panjang. Seluruh mahasiswa turun dari Yahukimo tidak memiliki buku rekening, KTP, sebagai lampiran identitas untuk memenuhi bersyaratan,” tuturnya Jekson.
Lebih lanjut, ia menekankan Setelah mengubah metode realisasi bentuk tunai ke oline, menghadirkan Banyak mahasiswa yang mengabaikan nasib hingga berujung pada putus kuliah atau cuti,karena hak mahasiswa bisa saja terjadi pemangkasan. mahasiswa Yahukimo menilai dinas pendidikan secara terstruktur, sistematis membunuh aset generasi muda pimpinan masa depan Yahukimo,” ungkap Pase.
” melalui proses realisasi anggaran beasiswa maka Dengan tegas kami mahasiswa Yahukimo meminta kepada pemerintah kabupaten Yahukimo terutama Bupati Yahukimo, wakil bupati sekretaris daerah kepala dinas pendidikan Yahukimo DPRK komisi C. segera normalisasi beasiswa pada rekontruksi agar bantuan beasiswa dapat di sentuh oleh mahasiswa Yahukimo di seluruh Indonesia.
Melalui pernyataan sikap mahasiswa Yahukimo di Jayapura dengan tuntutan adalah:
pertama, dinas pendidikan lakukan transparasi kepada seluruh mahasiswa .
Kedua, Dinas pendidikan kabupaten
Yahukimo melibatkan seluruh ketua korwil untuk melakukan pengawasan bersama agar beasiswa ini benar benar ke tepat sasaran dan bisa mendapatkan oleh seluruh mahasiswa Yahukimo agar mereka bisa membayar SPP sesuai kebutuhan mahasiswa.
Ketiga, dana beasiswa tahun ini harus melalui korwil supaya melakukan pemerataan kepada seluruh mahasiswa di setiap kota studi masing-masing karena ada rekening ada uang, ini menjadi banyak keyangkalan dalam proses teralisasi.
Keempat, dana beasiswa harus tralisasi dalam bulan Juni Juli agar mahasiswa bisa membayar SPP di setiap universitas.
Kelima, dinas pendidikan harus melakukan kunjungan kerja kepada setiap asrama mahasiswa Yahukimo di setiap kota studi agar melihat langsung kebutuhan mendasar mahasiswa. Di masing masing asrama.
Ini sebuah langkah yang kongkrit mahasiswa menuntut beasiswa sebagai hak mereka yang harus pemerintah diperhatikan. Mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pemerintah daerah terutama mahasiswa Yahukimo di Indonesia, Bentuk menyiapkan sumber daya manusia yang cerdas dan kreatif. Melalui berita pemerintah daerah bisa tindak cepat realisasi dana beasiswa untuk kelangsungan biaya pendidikan.
(Eskop Wisabla)
![]()

More Stories
Mahasiswa dan OKP di Wamena Tolak Pemekaran Kabupaten Benawa, Aspirasi Di Terima DPR Papua Pegunungan
Diskominfo Jayawijaya Dorong Integrasi Data Lewat Command Center
Pemda Jayawijaya Tekan Inflasi dan Jelang Lebaran Rencana Pasar Murah