DetikPapua.Nabire– Pelajar dan mahasiswa IPAMDO Kota Studi Nabire menyampaikan keprihatinan mendalam atas dugaan pelanggaran HAM yang terjadi di Kabupaten Dogiyai, Provinsi Papua Tengah, pada 31 Maret 2026.
Peristiwa tersebut dilaporkan menewaskan sejumlah warga sipil dan menyebabkan beberapa lainnya mengalami luka berat.
Mahasiswa menilai tindakan aparat dalam operasi di wilayah tersebut diduga melibatkan penggunaan kekuatan berlebihan terhadap masyarakat sipil.
Mereka juga menyebut adanya indikasi pelanggaran HAM, seperti penyisiran di pemukiman warga, penggunaan senjata api, serta teror yang menyebabkan masyarakat mengungsi.
Mahasiswa mendesak Natalius Pigai dan Komnas HAM untuk segera membentuk tim investigasi guna mengusut kasus tersebut secara transparan dan menyeluruh.
Selain itu, mereka meminta pemerintah dan aparat penegak hukum untuk menindak tegas pihak-pihak yang bertanggung jawab serta memastikan tidak adanya impunitas dalam kasus ini.
Situasi di Dogiyai dilaporkan masih memanas, dan mahasiswa menyatakan akan terus mengawal isu ini hingga ada kejelasan hukum.
![]()

More Stories
Raker Alumni IMPT Manokwari Papua Tengah Digelar, Fokus Reuni Akbar 2028
Jhoni Kobogau, S.E , MM Anggota Legislatid DPR Provinsi Papua Tengah: Menitipkan Jerit Rakyat di Meja Kuasa, Sebuah Diplomasi Hati untuk Intan
7 Siswa SD Impres Oyehe Nabire Sakit Usai Konsumsi MBG, Sempat Dirawat—Muncul Dugaan Keracunan vs Alergi Udara