DETIKPAPUA.COM: Maybrat – Pemerintah Kabupaten Maybrat melalui Dinas Ketahanan Pangan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi tenaga admin pengelola data pangan sebagai upaya memperkuat sistem informasi ketahanan pangan daerah.
Kegiatan tersebut meliputi pelatihan pengelolaan Panel Harga Pangan, Panel Ketersediaan Pangan, Neraca Bahan Makanan (NBM), Sistem Informasi Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG), serta Peta Kerentanan dan Ketahanan Pangan Tingkat Kecamatan (Peta FSVA).
Bimtek ini menjadi salah satu tahapan penting dalam implementasi Proyek Perubahan MAPAN (Maybrat Aman Pangan): Strategi Peningkatan Ketahanan Pangan Keluarga melalui Peran UMKM Pangan Terintegrasi KDMP, MBG, dan SSH di Kabupaten Maybrat.
Kegiatan yang berlangsung selama satu hari tersebut diikuti oleh staf lintas organisasi perangkat daerah (OPD), di antaranya Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian dan Perkebunan, Dinas Perikanan dan Peternakan, Dinas Perdagangan, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, serta Dinas Pekerjaan Umum.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Maybrat, Korneles Naa, menjelaskan pelaksanaan Bimtek ini bertujuan meningkatkan kapasitas admin lintas OPD dalam penyediaan dan pengelolaan data pangan yang akurat.
“Data pangan menjadi dasar penting dalam menentukan langkah intervensi pemerintah, terutama dalam pengendalian stunting, kerawanan pangan, kemiskinan, kemiskinan ekstrem, serta pengendalian inflasi pangan,” ujar Korneles Naa.
Ia menyampaikan selama ini penyusunan berbagai dokumen pangan telah berjalan, namun masih perlu penguatan agar lebih optimal, terutama dengan adanya perubahan indikator dalam penyusunan dokumen.
Melalui kegiatan ini, para peserta mendapatkan pemahaman mengenai mekanisme pengumpulan data, jenis data yang dibutuhkan, hingga tata cara penyusunan dokumen Panel Harga Pangan, SKPG, NBM, dan FSVA.
Korneles menambahkan, Kabupaten Maybrat menjadi salah satu daerah di Papua Barat Daya yang konsisten menyusun dokumen ketahanan pangan secara rutin setiap tahun.
“Maybrat menjadi satu-satunya kabupaten di Papua Barat Daya yang konsisten menyusun dokumen-dokumen tersebut setiap tahun. Data ini menjadi salah satu indikator keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan daerah,” katanya.
Menurutnya, pembaruan data dan informasi pangan secara berkala akan membantu pemerintah dalam menyusun program yang lebih tepat sasaran.
Ia menargetkan pada tahun 2027 Kabupaten Maybrat memiliki basis data pangan yang lebih lengkap sehingga intervensi program oleh lintas sektor dapat dilakukan secara efektif.
“Dengan tersedianya data dan informasi yang akurat, pemerintah dapat mengambil kebijakan yang lebih tepat untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Korneles juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh OPD yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan Bimtek, termasuk para peserta yang berdiskusi mengenai berbagai kendala dalam penyediaan data pangan.
Ia turut mengapresiasi narasumber dari Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Papua Barat Daya, Ana Homer, SP., MP, bersama tim admin yang memberikan pelatihan dan pendampingan selama kegiatan berlangsung.
Pemerintah Kabupaten Maybrat berharap penguatan sistem data pangan ini dapat mendukung terwujudnya ketahanan pangan keluarga serta mempercepat pelaksanaan program pembangunan yang berbasis kebutuhan masyarakat.
Pewarta: Charles Fatie
![]()

More Stories
Perkuat Sinergi Penanggulangan HIV/AIDS, KPA Papua Pegunungan Gelar Kunjungan Kerja Perdana ke Jayawijaya
Menuju Pelantikan Usai Terima SK, KPA Papua Pegunungan Tegaskan Kerja Kolaborasi Selamatkan Manusia
Pemprov Papua Pegunungan dan Pemda Mamteng Kolaborasi Dorong Komoditas Lokal Lewat Panen Raya