12 Maret 2026

DETIK PAPUA

Berita Papua Terkini

Konflik Kapiraya: Gereja Kingmi Minta Bupati Mimika Prioritaskan Penyelesaian Kasus Pembakaran Hamba Tuhan

Papua Tengah, Detikpapua– Konflik di wilayah Kapiraya kembali mencuat setelah Koordinator Keadilan dan Perdamaian Gereja KINGMI Dogiyai dan Deiyai meminta Bupati Mimika, Johannes Rettob, memprioritaskan penyelesaian kasus pembakaran seorang hamba Tuhan yang terjadi tahun lalu.

Permintaan tersebut disampaikan menyusul pernyataan Bupati Mimika yang menyebut pemerintah akan segera duduk bersama panitia yang dibentuk oleh Pemerintah Kabupaten Dogiyai, Deiyai, dan Mimika untuk membahas persoalan tapal batas di Kapiraya.

Gereja KINGMI menilai penyelesaian kasus pembakaran yang menewaskan seorang hamba Tuhan serta pembakaran sejumlah fasilitas dan rumah warga harus menjadi prioritas sebelum pembahasan batas wilayah dilakukan. Pihak gereja juga meminta pemerintah memastikan keamanan warga Suku Mee serta menindak tegas pelaku pembakaran.

Sebelumnya, Bupati Mimika telah membentuk tim khusus untuk menangani persoalan tapal batas sekaligus menghentikan aktivitas tambang emas ilegal di wilayah tersebut. Tim itu dijadwalkan melakukan dialog dengan masyarakat di masing-masing wilayah guna memastikan batas-batas adat.

Untuk menjaga stabilitas keamanan, pemerintah juga menghentikan sementara penerbangan ke Kapiraya. Gubernur Papua Tengah dikabarkan akan menyurati operator penerbangan agar sementara waktu tidak melayani rute menuju wilayah tersebut.

Konflik di Kapiraya disebut telah menimbulkan kerugian besar bagi warga, termasuk korban jiwa dan kerusakan properti. Warga Suku Mee selama ini menuntut pengakuan hak atas tanah dan sumber daya alam di wilayah itu.

Sejumlah pihak mendorong pemerintah memfasilitasi dialog antara Suku Mee, Suku Kamoro, dan Suku Key guna mencari solusi damai serta memastikan perlindungan hak-hak masyarakat adat.

Gereja KINGMI menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi dan meminta pemerintah bertanggung jawab atas kasus pembakaran yang menewaskan hamba Tuhan tersebut.

Loading

Facebook Comments Box