12 Maret 2026

DETIK PAPUA

Berita Papua Terkini

Ketua Sektor Solbi Menggel Soma Dibebaskan, KNPB Yahukimo Soroti Dugaan Penangkapan dan Kekerasan

Yahukimo,detikpapua – Kepolisian Resor (Polres) Yahukimo dilaporkan telah membebaskan Ketua Sektor Solbi, Menggel Soma, pada Selasa malam (23/2/2026) sekitar pukul 22.23 WIT. Ia kemudian diantar ke rumah keluarganya di kawasan Jalan KPU Lama, Dekai.

Informasi pembebasan tersebut disampaikan oleh Ketua Diplomasi KNPB Yahukimo, Kone R. Kobak, dalam keterangan tertulis yang diterima media pada Selasa (24/2/2026).

Menurut keterangan yang dihimpun dari Menggel Soma, ia mengaku ditangkap tanpa diperlihatkan surat perintah penangkapan. Ia juga menyebut sempat dibawa menggunakan kendaraan militer menuju Polres Yahukimo untuk menjalani pemeriksaan.

Dalam proses interogasi, Menggel Soma mengklaim dirinya ditekan untuk mengakui keterlibatan sebagai anggota kombatan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB). Ia juga mengaku mengalami tindakan kekerasan fisik saat pemeriksaan awal.

Namun demikian, menurut pernyataannya, tindakan kekerasan tersebut disebut tidak lagi terjadi setelah penanganan perkara berada di bawah pengawasan Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Yahukimo.

Pihak KNPB Yahukimo menilai penangkapan tersebut sebagai bentuk kriminalisasi terhadap aktivis dan warga sipil di Dekai. Mereka meminta aparat penegak hukum untuk menghentikan penangkapan yang dinilai tidak sesuai prosedur hukum.

“Kami meminta kepada Kepolisian Polres Yahukimo agar menghentikan penangkapan liar terhadap aktivis KNPB dan warga sipil di ibu kota Dekai,” ujar Kone R. Kobak.

Selain itu, KNPB Yahukimo juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah melakukan advokasi atas kasus tersebut hingga berujung pada pembebasan Menggel Soma.

Dalam pernyataannya, KNPB menilai situasi keamanan di Yahukimo saat ini tidak terlepas dari konflik bersenjata antara TPNPB-OPM dan aparat TNI-Polri. Mereka menekankan pentingnya penghormatan terhadap Hukum Humaniter Internasional (HHI) serta perlindungan terhadap warga sipil di tengah situasi konflik.

KNPB juga mengklaim bahwa dalam dua bulan terakhir terdapat sekitar 30 warga sipil yang ditangkap di Dekai dalam operasi gabungan aparat keamanan. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Polres Yahukimo terkait tudingan tersebut.

Perkembangan lebih lanjut terkait kasus ini masih menunggu klarifikasi dari pihak kepolisian setempat.(Red)

Loading

Facebook Comments Box