DETIKPAPUA.COM : Wamena – Ketua Forum Pribumi Papua Pegunungan, Yusup Jikwa, ST, menyerukan agar semua pihak, mulai dari LSM, gereja, hingga tokoh masyarakat di Kabupaten Jayawijaya, menjaga stabilitas dan perdamaian di Lembah Baliem, Wamena.
Wamena, ibu kota Provinsi Papua Pegunungan, menjadi tempat berkumpulnya berbagai aktivitas sosial dan pendidikan. Kota ini juga menampung para pengungsi dari wilayah-wilayah konflik seperti Nduga dan Puncak akibat bentrokan bersenjata antara TNI dan TPNPB.
“Menjaga kedamaian di Wamena berarti menjaga masyarakat adat Papua serta melindungi para pengungsi yang telah mencari perlindungan di kota ini,” ujar Yusup Jikwa, ST, Ketua Forum Pribumi Papua Pegunungan, Jumat (13/6).
Ia menambahkan, jika konflik semakin memburuk, maka bukan hanya masyarakat adat yang terdampak, tetapi juga penduduk non-pribumi serta para pengungsi yang sedang berusaha membangun kembali kehidupan mereka di Wamena.
“Kami minta kepada pimpinan TPNPB Kodap III, Tuan EK, untuk mempertimbangkan masa depan anak cucu Papua yang saat ini sedang menempuh pendidikan di Wamena. Kota ini menjadi pusat pendidikan dari jenjang TK hingga perguruan tinggi, dan mereka adalah generasi yang akan membangun Papua ke depan,” tegasnya.
Menurut Yusup, Yayasan Pendidikan Nduma saat ini menangani anak-anak pengungsi dari Nduga agar mendapatkan hak pendidikan yang layak. Ia mengungkapkan bahwa komunitas dan organisasi masyarakat baru saja menggalang donasi untuk membantu para siswa tersebut.
Yusup juga menyoroti kehadiran militer non-organik di wilayah Wamena. “Kami meminta kepada TNI untuk menghentikan pendropan pasukan non-organik. Ini hanya membuat situasi di Wamena semakin panas dan rawan konflik,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia mendesak Presiden RI untuk membuka ruang dialog antara pemerintah pusat, OPM/TPNPB, LSM, serta tokoh masyarakat Papua dalam rangka menyelesaikan persoalan yang telah berlangsung puluhan tahun.
“Jika dibiarkan terus, konflik ini tidak akan pernah selesai. Yang akan terjadi hanyalah pertumpahan darah terus-menerus di tanah Papua,” ujar Yusup (aw).
![]()

More Stories
Uskup Hilarion Ajak Umat Berdoa untuk Perdamaian Maybrat di Tengah Situasi Memprihatinkan
Menteri HAM Natalius Pigai Tiba di Nabire, Dijadwalkan Hadiri Upacara HUT ke-81 RI
Kukuhkan Paskibraka Maybrat, Bupati KM Ingatkan Persatuan di Tengah Tantangan Daerah