16 Juni 2026

DETIK PAPUA

Berita Papua Terkini

Ketegangan di Papua Barat Daya “SKPKC OSA Gereja Katolik Himbau Ciptakan Kedamaian Semua Tokoh”

Sorong, Detikpapua – Situasi Kota Sorong, Papua Barat Daya, kembali memanas pasca pemindahan empat tahanan politik dari Pengadilan Negeri Sorong ke Pengadilan Negeri Makassar, Sulawesi Selatan. Langkah aparat Polresta Sorong Kota yang dinilai dilakukan secara paksa memicu kemarahan keluarga dan masyarakat, hingga menimbulkan ketegangan di berbagai titik pada Jumat (29/8/2025) malam.

Menanggapi kondisi tersebut, Pastor Heribertus Lobya, Direktur Sekretariat Keadilan, Perdamaian, dan Keutuhan Ciptaan (SKPKC) OSA Gereja Katolik, angkat bicara dan menyerukan pentingnya langkah konkret untuk meredam situasi.

“Kami melihat dan mengalami langsung kondisi Kota Sorong yang belum kondusif. Karena itu, kami menyampaikan beberapa hal yang perlu dipertimbangkan demi terciptanya perdamaian,” tegas Pastor Heribertus melalui siaran pers.

Dalam rilis tersebut, SKPKC OSA menyampaikan lima poin seruan perdamaian:

1. Membebaskan delapan tahanan sebagai wujud pengampunan dan rekonsiliasi.

2. Memberikan akses komunikasi kepada keluarga serta menjamin kesehatan dan keamanan empat tahanan politik di Makassar.

3. Menghentikan penangkapan dan penyisiran lanjutan terhadap masyarakat.

4. Mengajak semua tokoh – masyarakat, agama, adat, pemuda, perempuan, intelektual, dan politik – untuk mendorong suasana damai di lingkungannya.

5. Menghindari sikap saling menyerang antar kelompok agar tercipta keharmonisan hidup bersama.

Pastor Heribertus menegaskan, seruan ini bukan sekadar pernyataan formal di atas kertas, melainkan simbol suara rohani untuk membangun kedamaian dan rasa kekeluargaan di tengah situasi yang penuh ketegangan di Papua Barat Daya. (Pewarta Eskop Wisabla)

Loading

Facebook Comments Box