18 Oktober 2026

DETIK PAPUA

Berita Papua Terkini

Kemensos Hapus Data Lama, Dinsos Jayawijaya Minta Warga Kasih Data Valid Kepada TKSK dan PKH

“Dinsos Jayawijaya Minta Warga Kumpulkan KTP dan KK, Data Lama Telah Dihapus”

Detikpapua.com : Wamena,- Pemerintah Kabupaten Jayawijaya melalui Dinas Sosial mengimbau masyarakat untuk segera mengumpulkan kembali dokumen KTP dan Kartu Keluarga (KK) guna pendataan ulang penerima bantuan sosial. Pasalnya, data lama telah dibatalkan dan dihapus dari sistem.

Plt Kepala Dinas Sosial Jayawijaya, Simon Kalolik, menegaskan pentingnya proses pemutakhiran ini agar program bantuan seperti PKH dan Sembako bisa tepat sasaran.

“Sistemnya kontrak lima tahun, jadi data lama itu sudah di-cancel, sudah di-delete. Sekarang kita harus input baru. Masyarakat miskin yang belum terdata dengan benar harus diusulkan ulang,” kata Kalolik di Wamena, Senin (14/7).

Kalolik menjelaskan, petugas TKSK telah ditugaskan untuk turun langsung melakukan pendataan ke rumah-rumah warga. Ia meminta masyarakat untuk tidak menunggu adanya dana baru sebelum menyerahkan dokumen identitas.

“Jangan bilang ada uang dulu baru kumpulkan KTP dan KK. Data lama sudah dihapus dari sistem, sekarang kita input baru berdasarkan orang yang aktif dan masih hidup,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan validitas data sangat bergantung pada kelengkapan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Bagi warga yang belum melakukan perekaman KTP elektronik, diminta segera mendatangi fasilitas perekaman.

“Kalau tidak lakukan perekaman, sampai dunia kiamat pun tidak akan dapat bantuan,” tegas Kalolik.

Selain itu, Kalolik menyoroti kekhawatiran warga yang sempat menolak program e-KTP karena dianggap sebagai bagian dari teori konspirasi. Ia meminta agar masyarakat kini mendukung penuh program pemerintah dan melayani dengan baik petugas TKSK dan PKH.

“Jangan ancam petugas, jangan tuduh mereka makan uang atas nama masyarakat. Tolong dukung mereka saat mendata,” katanya.

Distribusi bantuan Sembako dan PKH tahap terbaru dijadwalkan mulai Selasa besok di 12 titik yang telah ditetapkan. Pemerintah daerah berharap masyarakat bisa hadir sesuai jadwal agar bantuan diterima langsung di lapangan. (AW).

Loading

Facebook Comments Box