Merauke,DetikPapua.com– Kapolres Merauke, AKBP. Ir.Untung Sangaji.M.Hum mengakui dirinya hadir di Kabupaten Merauke bukan untuk mengurus masalah togel atau perjudian melainkan dirinya ditugaskan untuk merangkul masyarakat membuat sesuatu yang sederhana menjadi lebih indah.
“Kemarin sempat ada orang cerita masalah judi atau 303 di sini, saya datang bukan untuk urusan itu, bukan kapasitas mengurus 303,” kata Kapolres kepada wartawan dihotel corein, Selasa (27/4).
Dirinya mengakui, kehadirannya di kabupaten Merauke untuk menyadarkan masyarakat agar membuat hal sederhana mampu menjadi sesuatu yang lebih indah sehingga seiringnya waktu perjudian di kabupaten Merauke akan hilang.
“Lama kelamaan 303 orang akan lupakan, itu pasti. Contoh miras ini beta timbulkan, membuat miras itu kita tidak larang karena nanti manfaatnya itu jadi spirtus, bisa dijadikan pembersih luka untuk medis, aroma therapy dan parfum,” kata kapolres.
Lanjutnya, budaya pembuatan MILO (minuman lokal ) nantinya akan menjadi bagus dengan diberikannya pengetahuan dan pemahaman kepada masyarakat agar dapat menghasilkan sesuatu yang baik.
“Kita tinggal berdayakan mereka bahwa mabuk bukan pakai miras itu, mabuk bisa dengan cara melihat istri yang cantik, soleha, pandai dalam berumah tangga atau suami yang ganteng, itu bisa membuat kita mabuk, yang itu namanya mabuk asmara,” tutur Untung sembari tersenyum. (Redaksi/*).
![]()

More Stories
Raker Alumni IMPT Manokwari Papua Tengah Digelar, Fokus Reuni Akbar 2028
Jhoni Kobogau, S.E , MM Anggota Legislatid DPR Provinsi Papua Tengah: Menitipkan Jerit Rakyat di Meja Kuasa, Sebuah Diplomasi Hati untuk Intan
7 Siswa SD Impres Oyehe Nabire Sakit Usai Konsumsi MBG, Sempat Dirawat—Muncul Dugaan Keracunan vs Alergi Udara