15 September 2026

DETIK PAPUA

Berita Papua Terkini

Kapolres Fakfak Tantang Pers Beri Kritik, Enrico Letsoin: Kami Butuh Keterbukaan Informasi

Fakfak, Detikpapua.com — Kapolres Fakfak AKBP Naim Ishak, S.H., S.I.K., M.H., menggelar ngopi bareng bersama sejumlah jurnalis di Kabupaten Fakfak, Papua Barat, Sabtu (22/8/2026) malam.

Pertemuan yang berlangsung santai dan penuh keakraban itu menjadi momentum bagi Kapolres Fakfak untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun komunikasi dan sinergi dengan insan pers.

AKBP Naim Ishak resmi menjabat sebagai Kapolres Fakfak setelah mengikuti Serah Terima Jabatan (Sertijab) yang dipimpin Kapolda Papua Barat di Gedung Arfak Convention Hall, Polda Papua Barat, Kamis (2/7/2026).

Foto bersama Kapolres Fakfak, para perwira Polres Fakfak, dan sejumlah jurnalis usai kegiatan ngopi bareng di Kabupaten Fakfak.

Lima hari kemudian, tepatnya Selasa (7/7/2026), AKBP Naim Ishak tiba di Fakfak untuk mulai menjalankan tugas sebagai Kapolres. Meski baru sekitar satu setengah bulan bertugas, ia menilai komunikasi dengan media merupakan bagian penting dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian.

“Profesi wartawan punya kontribusi besar terhadap kegiatan-kegiatan kepolisian. Oleh karena itu, mau tidak mau, suka tidak suka, kami harus menjalin kerja sama, silaturahmi, keakraban, dan saling mendukung antara kepolisian dengan rekan-rekan wartawan,” kata Naim dalam pertemuan tersebut.

Naim mengatakan, sebagai pejabat baru di Fakfak, dirinya berupaya membangun hubungan yang baik dengan berbagai pihak, termasuk para jurnalis.

Ia mengakui belum dapat menjangkau seluruh jajaran maupun seluruh elemen masyarakat karena masih dalam proses menjalankan tugas dan menyesuaikan diri dengan wilayah hukum Polres Fakfak.

Namun, pertemuan dengan wartawan dinilai menjadi langkah penting untuk membuka komunikasi sejak awal.

“Sebagai orang baru, seharusnya saya yang mendatangi satu per satu. Itu tradisi yang baik bagi kami. Tetapi belum bisa menjangkau semuanya karena berbagai hambatan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Naim juga memperkenalkan sejumlah pejabat utama Polres Fakfak yang hadir, di antaranya Kasat Reskrim, Kasat Intelkam, Kasat Narkoba, Kasi Humas dan Kasat Binmas. Beberapa di antaranya merupakan pejabat baru yang baru dilantik.

Naim menegaskan dirinya tidak ingin membangun hubungan yang kaku dengan insan pers.

“Saya tidak mau lagi menciptakan hubungan yang kurang harmonis dengan rekan-rekan sekalian,” tegasnya.

Salah satu pesan utama yang disampaikan Kapolres Fakfak adalah komitmen terhadap keterbukaan informasi dan kebebasan pers.

Naim menegaskan tidak akan mengintervensi pemberitaan yang dibuat oleh wartawan. Menurutnya, kritik terhadap kepolisian justru dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kinerja.

“Prinsip saya, saya tidak akan mau mengintervensi rekan-rekan menulis apa pun. Silakan saja. Yang tidak baik itu menjadi bahan koreksi bagi kami,” katanya.

Ia meminta media tetap melakukan check and balance dalam setiap pemberitaan. Di sisi lain, jajaran Polres Fakfak diminta tidak alergi terhadap pertanyaan maupun kritik dari wartawan.

“Kalau ada informasi yang mau dikonfirmasi, terutama melalui Humas, kita harus terbuka. Setiap ada pertanyaan, saya respons. Kalau belum bisa jawab, ya bilang belum bisa. Tapi tetap harus ada respons,” ujarnya.

Menurut Naim, komunikasi yang cepat dan terbuka akan membantu wartawan memperoleh kepastian informasi sekaligus mencegah munculnya kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut, Naim juga menyoroti kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kabupaten Fakfak.

Berdasarkan laporan dan pemantauan kepolisian, ia menilai situasi Fakfak relatif kondusif dibandingkan sejumlah wilayah lain di Papua Barat.

“Kalau saya lihat situasi dan kondisi secara keseluruhan, Fakfak ini lebih kondusif dibandingkan kabupaten-kabupaten lain yang setiap hari kami laporkan ke Polda,” ujarnya.

Ia menilai kondisi tersebut tidak terlepas dari kontribusi berbagai pihak, termasuk media.

Menurutnya, pemberitaan yang akurat dan bertanggung jawab dapat ikut menjaga situasi daerah tetap aman dan kondusif.

Naim juga menyinggung perkembangan investasi di Kabupaten Fakfak yang belakangan menjadi perhatian.

Menurutnya, kepolisian memiliki kewajiban memberikan rasa aman bagi setiap orang maupun pihak yang datang dan melakukan kegiatan di Fakfak.

Namun, ia menegaskan investasi harus tetap berjalan seiring dengan kepentingan dan hak masyarakat.

“Kita sambut baik kegiatan-kegiatan investasi yang ada di sini. Tetapi investasi itu jangan kemudian melupakan hak-hak masyarakat,” katanya.

Ia menilai media memiliki peran penting dalam mengawal perkembangan investasi melalui pemberitaan yang objektif, sehingga kepentingan pembangunan dan hak masyarakat dapat berjalan beriringan.

“Kalau keamanan berjalan bagus, dampaknya juga ke aspek ekonomi. Kalau situasi aman dan diberitakan kondusif, orang bisa dengan tenang melakukan usahanya di sini,” ujarnya.

Menutup pertemuan, Naim justru meminta para jurnalis tidak ragu memberikan kritik terhadap kinerja kepolisian.

Ia mengatakan kritik yang konstruktif dibutuhkan sebagai bahan evaluasi agar pelayanan dan pelaksanaan tugas Polres Fakfak ke depan semakin baik.

“Saya minta saran. Kalau cuma saran saja tidak terlalu menggigit. Kritik yang kemudian bisa membuat kami di kepolisian melihat bagaimana kemarin dan ke depan harus seperti apa,” katanya.

Ia berharap masukan dari insan pers dapat menjadi catatan bagi Polres Fakfak dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Fakfak, Enrico Letsoin, menyambut baik pertemuan tersebut.

Menurut Enrico, kegiatan ngopi bareng menjadi awal untuk membangun hubungan kemitraan yang lebih erat antara kepolisian dan insan pers tanpa sekat.

“Harapan utama kami adalah terjalinnya keterbukaan informasi publik yang inklusif serta kemitraan yang erat tanpa sekat antara kepolisian dan insan pers,” ujar Enrico.

Ia berharap Kapolres Fakfak dapat menerapkan pola komunikasi yang terbuka, inklusif, mudah diakses dan tidak kaku, terutama ketika wartawan membutuhkan informasi maupun konfirmasi terkait suatu peristiwa.

“Komitmen bersama media juga penting untuk membantu aparat kepolisian memberikan edukasi yang baik serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap aman,” katanya.

Enrico menambahkan, hubungan yang baik antara polisi dan media harus menjadi ruang untuk bertukar informasi secara akurat dan berimbang, sehingga masyarakat memperoleh informasi yang benar dan dapat dipercaya.

Pertemuan tersebut pun tidak sekadar menjadi ruang diskusi, tetapi menjadi momentum untuk saling mengenal lebih dekat dan memperkuat komunikasi dua arah antara jajaran Polres Fakfak dengan awak media.

Sinergi kepolisian dan pers diharapkan terus terjaga dengan tetap menghormati independensi masing-masing, sehingga keduanya dapat menjalankan peran secara profesional serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Kabupaten Fakfak.

Penulis: Ronaldo Josef Letsoin

Editor: Ronaldo Josef Letsoin

Loading

Facebook Comments Box