20 Agustus 2026

DETIK PAPUA

Berita Papua Terkini

Kadis Ketahanan Pangan Maybrat Mulai Implementasikan Proyek Perubahan “MAPAN” Perkuat Ketahanan Pangan Keluarga.

DETIKPAPUA.COM | Maybrat – Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Maybrat, Korneles Naa, S.Si., MP, menggelar sosialisasi implementasi inovasi proyek perubahan sekaligus penguatan tim teknis serta dukungan stakeholder internal dan eksternal yang berlangsung di ruang rapat Dinas Ketahanan Pangan, Senin (20/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi langkah awal pelaksanaan proyek perubahan bertajuk MAPAN (Maybrat Aman Pangan), sebuah strategi peningkatan ketahanan pangan keluarga melalui penguatan UMKM pangan yang terintegrasi dengan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) serta program Makan Bergizi Gratis (MBG)/Sekolah Sepanjang Hari (SSH).

Proyek perubahan ini merupakan bagian dari Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Gelombang II Tahun 2026 yang diikuti Korneles Naa di Lembaga Administrasi Negara (LAN).

Kegiatan tersebut menjadi langkah awal pelaksanaan proyek perubahan bertajuk MAPAN (Maybrat Aman Pangan), sebuah strategi peningkatan ketahanan pangan keluarga melalui penguatan UMKM pangan yang terintegrasi dengan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) serta program Makan Bergizi Gratis (MBG)/Sekolah Sepanjang Hari (SSH).

Sosialisasi yang berlangsung sekitar satu jam itu dihadiri Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Alex Nelson Iek didampingi Kepala Bidang Elfis Bosawer, Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Stevanus Kocu, Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Agus Turot, serta jajaran pegawai Dinas Ketahanan Pangan. Para pejabat yang hadir turut memberikan dukungan terhadap inovasi tersebut melalui video testimoni.

Korneles Naa mengatakan tahapan awal proyek perubahan difokuskan pada pembentukan tim teknis internal dan penguatan koordinasi bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait sebagai fondasi pelaksanaan program selama dua bulan ke depan.

“Hari ini kami membentuk tim teknis internal sekaligus memperkuat koordinasi dengan stakeholder internal. Langkah ini penting agar seluruh tahapan implementasi MAPAN dapat berjalan efektif dan terarah,” ujar Korneles.

Menurutnya, koordinasi akan terus diperluas dengan Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Kampung, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Pengendalian Penduduk dan KB, hingga Kodim 1809/Maybrat sebagai mitra strategis dalam mendukung program ketahanan pangan.

Ia menjelaskan, seluruh OPD nantinya akan dihimpun dalam tim percepatan yang dikoordinasikan Sekretaris Daerah melalui Surat Keputusan Bupati sehingga pelaksanaan program dapat berjalan secara terpadu.

“Kami ingin seluruh dinas bergerak dalam satu sistem. Dengan koordinasi di bawah Sekda, pelaksanaan program akan lebih cepat dan saling mendukung,” katanya.

Selain memperkuat kolaborasi lintas sektor, proyek MAPAN juga menargetkan pembentukan dan penguatan UMKM pangan di seluruh wilayah Kabupaten Maybrat, meliputi 259 kampung dan satu kelurahan.

Seluruh pelaku usaha pangan akan didata, dibina, diperkuat kelembagaannya, hingga didorong memiliki legalitas usaha.

Korneles menjelaskan pelaku UMKM akan dikelompokkan ke dalam empat kategori, yakni produsen pangan di sektor hulu, pelaku distribusi dan perdagangan, usaha pengolahan pascapanen, serta pelaku usaha kuliner berbasis pangan lokal.

“Kami ingin seluruh potensi pangan lokal terhubung dari hulu hingga hilir. UMKM akan menjadi penggerak utama untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan dalam jangka menengah akan dikembangkan dashboard digital sebagai pusat informasi dan pengendalian program sehingga koordinasi antarinstansi dapat dilakukan secara lebih cepat dan efisien.

Di sisi lain, pemerintah juga akan menyiapkan sejumlah regulasi pendukung, mulai dari percepatan pembentukan tim lintas OPD, kebijakan harga pangan lokal, kewajiban penyediaan menu pangan lokal pada kegiatan pemerintah, hingga percepatan pelaksanaan Koperasi Desa Merah Putih dan program Makan Bergizi Gratis di tingkat kampung.

“Harapan kami, dalam dua bulan seluruh tahapan proyek perubahan ini dapat berjalan sesuai target, kemudian berlanjut menjadi program jangka menengah dan jangka panjang yang terintegrasi dengan seluruh OPD untuk memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Maybrat,” tutupnya.

Pewarta: Charles Fatie

Loading

Facebook Comments Box