19 April 2026

DETIK PAPUA

Berita Papua Terkini

Jhoni Kobogau, S.E. MM Desak Moratorium Blok Wabu demi Kemanusiaan di Intan Jaya

DETIKPAPUA.COM | JAYAPURA – Anggota DPR Papua Tengah utusan Kabupaten Intan Jaya, Jhoni Kobogau, mengeluarkan pernyataan sikap yang tegas sekaligus menyentuh nurani terkait eskalasi situasi di wilayah pegunungan tengah. Sebagai representasi murni masyarakat adat, Kobogau meminta Pemerintah Pusat dan Daerah untuk segera meninjau ulang kebijakan ekonomi di atas tanah yang sedang berduka.

Jhoni Kobogau menegaskan bahwa kondisi rakyat sipil di Intan Jaya saat ini berada dalam kondisi traumatik yang mendalam. Di tengah potensi kekayaan alam yang melimpah, masyarakat justru terjepit di antara pusaran konflik yang tak kunjung usai.

“Rakyatku hidup dalam ketakutan. Mereka terjepit di tanah mereka sendiri. Saya berdiri di sini bukan sekadar sebagai pejabat, melainkan sebagai anak pemilik hak ulayat yang merasakan langsung denyut nadi penderitaan rakyat,” ujar Kobogau dalam pernyataan resminya.

Dalam nada yang elegan namun lugas, beliau menekankan bahwa fungsi utama dari setiap kekuatan bersenjata di wilayah tersebut haruslah kembali kepada marwahnya: Pengayom dan Pelindung Rakyat Sipil.

* Pesan untuk Keamanan: TNI dan POLRI diharapkan mampu memberikan rasa aman sejati tanpa menambah beban trauma.

* Pesan untuk Kombatan: Menghimbau agar keselamatan warga sipil menjadi prioritas utama di atas kepentingan kelompok manapun.

* Realita Pahit: “Cukup sudah rakyat sipil menjadi korban. Hari ini saya menegaskan, ke depan tidak boleh ada lagi darah yang tumpah di atas tanah Intan Jaya,” tegasnya.

Poin krusial dalam seruan ini adalah penolakan terhadap rencana eksploitasi di Blok Wabu. Kobogau menilai, memaksakan eksplorasi di tengah situasi keamanan yang belum stabil hanya akan memperparah luka masyarakat.

Pemerintah Pusat | Segera menghentikan (moratorium) seluruh rencana eksplorasi di Blok Wabu.

Pemerintah Provinsi | Hadir sebagai jembatan aspirasi yang memihak pada hak kesulungan masyarakat adat.

Pihak Keamanan | Menjamin ruang hidup yang bebas dari rasa takut bagi warga sipil.

Sebagai penutup, Jhoni Kobogau mengingatkan bahwa pembangunan sejati tidak boleh tegak di atas air mata rakyatnya. Ia berharap Pemerintah Pusat melihat Intan Jaya bukan sebagai peta komoditas, melainkan sebagai manusia yang merindukan kedamaian.

“Saya hadir di DPR Papua Tengah sebagai representasi suara rakyat. Jika rakyat saya menangis, maka tidak ada alasan bagi saya untuk diam. Hentikan Blok Wabu, pulihkan Intan Jaya,” pungkasnya.

Loading

Facebook Comments Box