24 Januari 2026

DETIK PAPUA

Berita Papua Terkini

Isaias Douw Tokoh Adat Papua Tengah “Pemerintah Segera Selesaikan Batas Wilayah Adat Suku Mee dan Kamoro”

Nabire, detikpapua— Tokoh intelektual Meepago sekaligus tokoh adat Papua Tengah, Isaias Douw, mengeluarkan himbauan tegas kepada pemerintah dan masyarakat terkait polemik batas wilayah adat antara Suku Mee dan Suku Kamoro di Kapiraya, Selasa, 9 Desember 2025.

Menurutnya, konflik tapal batas adat di kawasan yang meliputi wilayah Deiyai, Dogiyai, Paniai, Mimika bukan persoalan baru, tetapi sudah berlangsung sejak lama dan terus memicu pertentangan serta korban di lapangan.

“Ini bukan sekadar batas administratif, tetapi wilayah adat yang sudah ditentukan oleh leluhur berdasar budaya, lingkungan, dan sejarah. Ada wilayah panas, ada wilayah dingin. Tanaman, tanah, hingga cara hidup itu berbeda. Itu adat, dan harus dihormati,” tegas Isaias Douw.

Dalam pernyataannya, Isaias meminta seluruh pemangku kebijakan dari tingkat kampung hingga provinsi, termasuk para kepala daerah seperti Bupati Deiyai, Dogiyai, Paniai, Mimika, hingga Gubernur Papua Tengah, untuk segera turun tangan dan menyelesaikan konflik ini secara bermartabat.

“Saya tidak memihak Mee atau Kamoro. Yang saya mau adalah penyelesaian yang jelas, adil, dan damai. Jangan sampai masyarakat terus menjadi korban karena pemerintah diam atau mengambil keputusan secara emosional,” katanya.

Ia menegaskan bahwa penyelesaian harus dilakukan melalui koordinasi yang baik antara pemerintah daerah dan para kepala suku.

Isaias juga meminta seluruh masyarakat — baik dari suku Mee maupun Kamoro — untuk tidak mudah terprovokasi oleh pihak luar maupun aktor politik tertentu.

“Kamu orang Mee, orang Kamoro — jangan biarkan diri dipengaruhi provokator. Pemerintah harus cek baik-baik, lakukan dialog, dan tanggung jawab pemerintah adalah menyelesaikan masalah ini,” ujarnya.

Selain penyelesaian batas adat, Isaias menekankan bahwa korban jiwa dan kerugian akibat konflik harus menjadi tanggung jawab pemerintah.

“Kalau ada korban atau kerugian, harus diganti. Jangan anggap manusia sebagai angka. Mereka ciptaan Tuhan. Pemerintah harus hadir dan bertanggung jawab,” tegasnya.

Menjelang Natal, Isaias menyerukan agar seluruh masyarakat Papua Tengah menjaga keamanan dan persaudaraan lintas suku dan agama.

“Saya minta bulan Desember ini kita rayakan Natal dengan damai. Jaga stabilitas, jaga daerah, saling menghargai — baik Kristen, Muslim, Hindu maupun Buddha. Kita harus hidup sebagai saudara,” tutupnya. (Red)

Loading

Facebook Comments Box